IRIF 2006
71 Proyek, Belum Ada Komitmen Investasi
Sabtu, 04 Nov 2006 01:00 WIB
Jakarta - Sebanyak 71 proyek senilai Rp 31,85 triliun ditawarkan dalam Indonesian Regional Investment (IRIF) 2006. Sekitar 20 investor pun dihadirkan, namun hingga acara berakhir belum ada satu pun punya komitmen untuk berinvestasi.Menurut Ketua Komite IRIF 2006, Irman Gusman, IRIF tidak hanya berhenti sampai pelaksanaan acara. "Berbeda dengan yang lain IRIF tidak menekankan pada memorandum atau pertemuan bisnis di hari H. Yang paling penting adalah tindak lanjut dan realisasi investasi di daerah," ujar Irman.Hal itu disampaikan dia saat penutupan IRIF di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (3/11/2006).Meski belum ada komitmen, beberapa kepala daerah menyatakan sudah ada investor asing yang berminat. Misalnya Kabupaten Pakpak Barat, Sumatera Utara, ada 2 perusahaan Jerman dan lokal yang berminat di proyek agribisnis. Namun deal (kesepakatan) antara kedua belah pihak masih belum terjadi.Sedangkan di Riau, Kedubes Spanyol tertarik untuk memfasilitasi potensi investasi di daerah itu. Apalagi ada investor yang berminat untuk berinvestasi di bidang batu bara, peternakan, industri hilir karet, dan pabrik kelapa sawit.Kabupaten Kutai Timur melihat ajang ini sebagai kesempatan emas untuk menjual potensi daerah. Hal itu dikarenakan selama ini Pemda Kutai Timur telah melakukan road show mengejar investor, mengingat infrastruktur di Indonesia Timur kurang diperhatikan."Kami menjual potensi Pelabuhan Maloy yang bisa menjadi pelabuhan regional maupun internasional," ujar Bupati Kutai Timur, Awang Faroek Ishak.Awang menilai, pelabuhan itu sangat strategis karena berada di Selat Makasar. "Karena saat ini Selat Malaka sudah sudah crowded mau tak mau yang ingin melewati selat itu menjadi beralih lewat Selat Makassar," lanjut Awang.Dia juga mengutarakan, Kabupaten Kutai Timur tengah berencana membuat kawasan ekonomi khusus seluas 40 ribu hektar."Kami penghasil batubara terbesar di dunia sebanyak 38 juta metrik ton, punya emas, besi, dan potensi alam plantation," tambahnyaAwang menargetkan dalam beberapa tahun mendatang akan membangun industrial estate seluas 1 juta hektar. Selain itu dikembangkan pula biodiesel.Di acara tersebut, hadir pula Wapres Jusuf Kalla (JK) yang menyaksikan memorandum of understanding (MoU) antara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dengan beberapa pemerintah daerah.PT Pelindo II menandatangai MoU pengembangan fasilitas kepelabuhanan di Pelabuhan Pulau Baai di Propinsi Bengkulu. Ditandatangani pula MoU untuk menyiapkan rencana kerjasama usaha tertentu di bidang kepelabuhanan di wilayah Pelabuhan Bojonegara, Serang. Selain itu, Pelindo juga menandatangani MoU dengan Walikota Padang tentang penyiapan lahan untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur. Rencananya akan dikembangkan dengan cara reklamasi perairan berdasarkan master plan Pelabuhan Teluk Bayur.PT Pelindo juga tengah menyiapkan MoU dengan Kota Sabang tentang penyelenggaraan pengeloaan pelabuhan Sabang. Dan dengan pemerintah Propinsi Banten tentang kerjasama pembangunan dan pengelolaan pelabuhan Bojonegara. Daerah itu nantinya akan dijadikan kawasan industri dan perdagangan di propinsi Banten.
(nvt/nvt)











































