PLN Batal Cabut Tarif Multiguna

PLN Batal Cabut Tarif Multiguna

- detikFinance
Senin, 06 Nov 2006 11:35 WIB
Jakarta - Rencana Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mencabut tarif multiguna hanya sekadar janji. Perusahaan setrum ini tetap akan mempertahankan tarif multiguna yang dinilai memberatkan industri itu.PLN menilai tarif multiguna sudah sesuai dengan program tarif unggulan PLN di masa mendatang. Keberatan kalangan industri akan ditengahi dengan pendekatan business to business (B to B)."Sebenarnya tarif multiguna adalah kebijakan yang dilaksanakan di wilayah, itu tidak akan dicabut," kata Direktur Pelayanan Pelanggan dan Niaga PLN, Sunggu Anwar Aritonang.Hal itu disampaikan Sunggu, usai acara peringatan Hari Listrik Nasional, di Kantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (6/11/2006).Pernyataan Sunggu ini bertolak belakang dengan janji PLN sebelumnya, saat melakukan pertemuan dengan pihak Departemen Perindustrian (Depperin), pihak yang menampung keluhan pengusaha.Pertemuan antara Menteri Perindustrian dan Direktur Pemasaran dan Niaga PLN sebelum libur Lebaran itu, berakhir dengan kesepakatan kemungkinan PLN mencabut tarif multiguna tiga minggu setelah Lebaran.Menurut Sunggu, keengganan PLN untuk mencabut tarif multiguna karena program tersebut adalah tarif unggulan PLN di masa mendatang."Ini kan kita bicara business to business, jika kondisinya membaik, kami akan memberikan tarif pelayanan multiguna itu," katanya.Selain itu, kata Sunggu, tarif multiguna tidak bisa dicabut karena tarif tersebut sudah ada dalam struktur penarifan yang dilaksanakan PLN. Namun dalam pelaksanaannya bisa di-review kembali oleh wilayah distribusi PLN."Makanya kita review kembali tarif multiguna itu ada di struktur tidak bisa dicabut. Yang dilakukan itu pemberlakuan tarif multiguna kepada industri bisa ditinjau kembali kita sudah perintahkan," jelas Sunggu.Depperin dan kalangan pengusaha meminta pencabutan tarif multiguna untuk menggiatkan lagi sektor industri.Sejak PLN menerapkan tarif multiguna, perluasan investasi industri mandek karena pelaku industri terbebani biaya operasi yang sangat besar.Tarif multiguna mencapai Rp 1.380 per kwh, padahal tarif lama hanya Rp 450/kwh yang berarti tarifnya naik tiga kali lipat untuk penyambungan baru.Lampu Hemat EnergiSunggu juga mengungkapkan, PLN akan memanfaatkan dana dari Asian Development Bank (ADB) sebesar US$ 30 juta untuk program lampu hemat energi."Kita harapkan sekitar Januari sampai Maret tahun depan dananya bisa keluar dan kita bisa langsung laksanakan," kata Sunggu.PLN sengaja tidak menggunakan anggaran sendiri karena dalam RKAP tahun lalu tidak ada dana untuk program tersebut."Kalau RKAP-nya saja tidak ada anggarannya, mau diambil dari mana," tandas Sunggu. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads