Investor PLTU Suralaya dan Paiton Minta Perpanjangan Waktu Bid
Senin, 06 Nov 2006 13:07 WIB
Jakarta -
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memundurkan jadwal pemasukkan penawaran harga (bid) dua proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang masuk dalam program percepatan (crash program) pembangunan pembangkit 10.000 MW.Kedua PLTU adalah PLTU Suralaya, Banten berkapasitas 1 X 600 MW dengan empat peserta tender. Serta proyek PLTU Paiton, Jatim berkapasitas 1 X 600 MW dengan enam peserta."Mereka minta mundur karena mengaku belum siap. Jadinya, tender diundur dari tanggal 6 Nopember menjadi 15 Nopember 2006," kata Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN, Ali Herman Ibrahim, usai acara Hari Listrik Nasional ke-61 di Kantor PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (6/11/2006).Menurut Ali, pengunduran jadwal itu dilakukan PLN karena adanya permintaan dari peserta tender. "Sebenarnya ini bukan molor tapi perpanjangan waktu saja," cetusnya.Peserta tender PLTU Suralaya adalah pertama, Konsorsium Dongfang Electric Corporation, Hubei First Electric Power Construction Engineering Co, dan Dalle Energy.Kedua, Konsorsium Marubeni Corporation, Doosan Heavy Industries & Construction Co Ltd, PT Tripatra Engineers & Construction, PT Mahomas Cakera Canggih.Ketiga, Konsorsium Shanghai Electric Group dan PT Maxima Infrastruktur. Keempat, Konsorsium China National Technical Import & Export Corp (CNTIC), China National Machinery Import & Export Corporation (CNMIC), Zhejiang Electric Power Design Institute (Zepdi), PT Waskita Karya, dan PT Rekayasa Mandiri.Sedangkan peserta tender PLTU Paiton adalah Konsorsium Marubeni Corporation, Doosan Heavy Industries & Construction Co Ltd, PT Tripatra Engineers & Construction, PT Mahomas Cakera Canggih.Konsorsium Chengda Engineering Corp, PT Wijaya Karya. Konsorsium Shanghai Electric Group dan PT Maxima Infrastruktur. Konsorsium China National Technical Import & Export Corp (CNTIC), China National Machinery Import & Export Corporation (CNMIC), Zhejiang Electric Power Design Institute (Zepdi), PT Waskita Karya, dan PT Rekayasa Mandiri.Konsorsium Harbin Power Engineering Company Co Ltd, PT Mitra Selaras Hutama Energi. Konsorsium China Huadian Corporation dan PT Duta Graha Indah Consortium.
(mar/ir)










































