Mubazirnya Kekayaan si Miskin

Mubazirnya Kekayaan si Miskin

- detikFinance
Senin, 06 Nov 2006 16:40 WIB
Mubazirnya Kekayaan si Miskin
Jakarta - Orang miskin tak mempunyai kekayaan? Barangkali pemikiran itu tidak terlalu benar. Orang-orang miskin sebenarnya memiliki kekayaan harta. Hanya saja, kekayaan itu tidak terdokumentasi dengan benar sehingga tak mampu menghasilkan kapital.Setidaknya itu adalah pemikiran dari Presiden Institute of Liberty and Democracy (ILD) Peru, Hernando de Soto. de Soto merupakan ekonom yang pernah menerima penghargaan Milton Friedman Prize.de Soto pun membeberkan pengalamannya di Mesir. Kala itu, Presiden Husni Mubarak menyuruh de Soto untuk mengkalkulasi penduduk miskin di Mesir. Hasilnya? Sangat mencengangkan.Nilai bangunan yang dimiliki orang miskin di Mesir terntata mencapai US$ 250 miliar. Nilai itu 40 kali lebih besar dari pinjaman Bank Dunia kepada Mesir sejak akhir Perang Dunia II, dan 55 kali nilai Penanaman Modal Asing ke Mesir sejak Napoleon meninggalkan Mesir 200 tahun yang lalu.Nilai bangunan orang miskin di Mesir itu juga 35 kali lebih besar dari nilai Cairo Stock Exchange."Bahkan 10 kali lebih besar dari dana yang akan disumbangkan oleh Bill Gates. Namun sayangnya aset yang dimiliki belum terdokumentasi, tidak mobile dan tidak liquid," ujar de Soto disela-sela seminar bertajuk 'Empowerement to Accelerate Economic Development' di Hotel Four Seasons, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (6/11/2006).Satu solusi ditawarkan de Soto untuk pemerintah negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia untuk mengatasi masalah kemiskinan adalah memobilisasi semua potensi dan aset yang dimiliki oleh orang miskin.Dalam bukunya berjudul 'The Mistery of Capital', Soto menuturkan alasan kenapa negara-negara non Barat selalu gagal mengambil keuntungan dari kapitalisme dikarenakan ketidakmampuan negara-negara itu untuk menciptakan kapital. Kapital adalah kekuatan yang mendorong produktivitas kerja dan menciptakan kekayaan bangsa. Properti menurut de Soto sangat menentukan bagi kapitalisme. Saat ini, tidak setiap tanah, rumah, dan hak milik yang orang miskin miliki bisa menghasilkan kapital. Karena menurut de Soto mereka memilikinya dengan cara yang salah. Rumah-rumah dibangun di atas tanah yang izin kepemilikannya belum tercatat, banyak bisnis tidak terorganisasi sehingga pajaknya tidak terdeteksi, perindustrian ditempatkan di lokasi di mana pemodal dan investor tidak bisa melihatnya."Karena hak-hak atas kepemilikan ini tidak terdokumentasi, aset-aset ini tidak bisa jadi kapital. Aset ini pun tidak bisa dijadikan jaminan bagi bank," tulisnya.Dengan tidak adanya jaminan, lanjut de Soto, maka akses si miskin ke perbankan pun kian tertutup. Dan harta pun menjadi mubazir. (ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads