Diduga Karena Pengoplosan, Minyak Tanah Langka di Sumbar
Selasa, 07 Nov 2006 11:45 WIB
Padang -
Kelangkaan minyak tanah kembali melanda sejumlah wilayah di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kelangkaan diduga akibat pengoplosan minyak tanah oleh pelaku industri sehingga mengurangi jatah warga.Berdasarkan pantauan detikcom, Selasa (7/11/2006), sejumlah pangkalan di kota Padang masing diserbu warga yang hendak membeli minyak tanah. Sejumlah warga mengaku rela antri karena di warung-warung bahan bakar rakyat tersebut sudah tidak tersedia."Kemarin, untuk mendapat tiga liter minyak saja saya harus antri tak kurang dari satu jam. Itu pun harus dibeli dengan harga Rp 3.500 perliter," ujar salah seorang warga kelurahan Parupuk Tabing Padang saat ditemui hendak membeli minyak tanah di pangkalan terdekat.Zamzami, pemilik pangkalan Minyak Tanah di kawasan Andalas Padang mengatakan, pangkalannya mendapat pengurangan jatah dari agen sejak dua bulan terakhir. Sebelumnya, ia mendapat jatah empat tangki berkapasitas lima ribu liter per bulan sementara kini hanya tiga tangki.Menanggapi kelangkaan tersebut, Kepala Pertamina Cabang Padang, Djoko Suprijanto, mengatakan pihaknya menduga telah terjadi pengoplosan minyak tanah oleh industri untuk menekan biaya produksi. Ia menjelaskan, Pertamina selama ini menyediakan 154.105 kiloliter minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan Sumbar dan Kerinci, Jambi. Dalam sebulan, sekitar 12.842 kl disuplai dari kebutuhan per hari sekitar 500 kl. "Kita minta warga untuk tidak cemas karena stok minyak tanah untuk Sumbar masih tersedia dan diperkirakan mencukupi hingga akhir tahun 2006," demikian Djoko Suprijanto.
(yon/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































