Beras Impor, Dikecam Tapi Dinanti

Beras Impor, Dikecam Tapi Dinanti

- detikFinance
Rabu, 08 Nov 2006 15:09 WIB
Medan - Kedatangan beras impor lebih sering mendatangkan kecaman. Tapi sebenarnya, kedatangan beras impor ini ternyata banyak dinantikan karena membawa berkah. Bagi siapa?Berkah itu antara lain dinikmati oleh para kuli angkut di pelabuhan dan juga gudang Bulog. Penghasilan mereka pun bisa berlipat-lipat setelah menyelesaikan bongkar muat beras dari kapal Vietnam.Misalnya saja Iswan. Kuli angkut gudang Bulog yang berusia 25 tahun ini menyambut kedatangan beras Vietnam dengan sukacita. Tak ada motif politis di balik kebahagiaan pria berkulit hitam ini.Alasannya semata karena kedatangan beras impor Vietnam itu membuat penghasilannya berlipat-lipat. Jika pada hari biasa Iswan hanya mengantongi sekitar Rp 25 ribu, maka dengan kedatangan beras impor ini, penghasilannya bisa bertambah menjadi Rp 60 ribu.Namun tambahan penghasilan itu harus ditempuh Iswan dengan bekerja keras sejak pukul 09.00 hingga pukul 22.00 WIB."Kami senang karena kami harus cepat mengerjakan, jadi sampai malam. Nah, sampai malam, kita dihargai sampai 60 ribu," kata Iswan dengan berseri-seri saat ditemui detikcom di Gudang Bulog, Belawan, Medan, Rabu (8/11/2006).Hal senada disampaikan Siagian yang merupakan kuli angkut di pelabuhan Belawan dan Sipahutar yang menjadi sopir truk pengangkut beras impor.Para kuli angkut saat ini telah rampung membongkar 3 kapal dari Vietnam. Satu kapal lagi yakni Lan Ha, baru akan datang paling lambat 1 Desember mendatang. Total 4 kapal dari Vietnam itu akan membawa 28 ribu ton beras.Lebih jauh Iswam menceritakan, jika tidak ada pengangkutan beras, ia biasanya bekerja sebagai buruh di perkebunan. Tentu saja, penghasilannya jauh lebih kecil karena ia hanya dihargai sesuai dengan kelulusannya yang hanya SD.Iswan pun menceritakan bahwa mayoritas kuli-kuli yang ada di Belawan adalah kuli-kuli Puja Kesuma alias Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Mereka rata-rata masih bisa berbahasa Jawa karena orang tuanya asli dari Jawa.Iswan sendiri tidak tertarik untuk pulang ke Jawa. Menurutnya, penghasilan sebagai kuli sudah cukup untuk penghidupannya. Tentu saja, dengan harapan beras impor terus datang. (qom/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads