Pendanaan MRT Akan Diteken Saat SBY Kunjungi Jepang
Rabu, 08 Nov 2006 18:01 WIB
Jakarta - Setelah sempat beberapa kali tertunda, pemerintah Indonesia dan Jepang akhirnya akan segera menandatangani kesepakatan pinjaman untuk proyek Mass Rapid Transportation (MRT).Rencananya, nota kesepahaman atau MoU pemberian pinjaman dari Jepang itu akan diteken saat Presiden SBY mengunjungi Jepang 26 November 2006."Kalau saya mendengar dari Menhub dan Lutfi (Kepala BKPM), kesimpulan saya hal itu akan lancar. Di sana sudah akan ditandatangani," ujar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2006).Menurut Sutiyoso, mengingat besarnya jumlah pinjaman, maka yang akan menandatangani kesepakatan adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.Ditambahkan Sutiyoso, pinjaman dari Jepang itu paling lunak bunganya, yakni hanya sebesar 0,4 persen dengan waktu pembayaran 10 tahun."Saya kira ini feasible untuk proyek yang sangat besar dan penting untuk membuka lapangan kerja," ujarnya.Soal pembagian hasil, lanjut Sutiyoso, angkanya masih seperti kesepakatan semula, yakni 48 persen pusat dan 52 persen untuk Pemprov DKI.Indonesia dan Jepang sudah sekian lama tak kunjung menandatangani MoU pendanaan MRT ini. Sebab kedua negara ini belum juga menyepakati skema utang MRT.Indonesia menginginkan skema untight untuk proyek MRT ini agar bisa menyerap tenaga kerja dan bahan baku lokal lebih tinggi. Sementara Jepang bersikukuh menginginkan skema tight.
(qom/sss)











































