Soal Penurunan Harga
Purnomo: BBM Tak Seperti Tempe
Kamis, 09 Nov 2006 11:50 WIB
Jakarta - Terus turunnya harga minyak internasional tidak akan langsung diikuti dengan penurunan harga BBM. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro berkilah, harga BBM tak bisa langsung turun layaknya harga tahu tempe.Penegasakan itu disampaikan Purnomo usai acara rapat BPH Migas dengan perwakilan dari daerah soal pengawasan minyak tanah di Hotel Milenium, Jakarta, Kamis (9/11/2006)."Penurunan harga ini kan baru dua bulan. Jangan menyikapi seperti harga tahu tempe yang hari ini turun besok langsung turun, ini masalah subsidi Rp 54 triiiun, makanya harus dicermati" kata Purnomo.Purnomo menegaskan, apa yang disampaikan Dirjen Migas soal harga premium yang bisa di bawah Rp 4.500 per liter hanyalah exercise-exercise terkait penurunan harga minyak dan BBM secara nasional. "Apa yang dilakukan Dirjen Migas belum merupakan keputusan. Kebijakan BBM bersubsidi datangnya secara nasional," tambahnya.Menurut Purnomo, keputusan harga BBM bersubsidi itu diberikan melalui Keppres dan dikoordinasikan dengan Menko Perekonomian. Saat ini, kata Purnomo, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak sebelum memutuskan untuk melakukan perubahan harga. "Harga minyak kan berfluktuasi, hari ini bisa US$ 58 seminggu kemudian bisa US$ 60. Tapi kita lihat lagi, kalau memang fix terus menerus di bawahnya, kita akan menurunkan harga," ujarnya.Yang pasti, tegas Purnomo, pemerintah tidak akan ngotot untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi. "Kalau memang sudah waktunya, kita akan turunan. Kita ini kan bekerja untuk rakyat," tandasnya.
(mar/qom)











































