Motor India Coba Curi Dominasi Pasar si Sakura
Jumat, 10 Nov 2006 12:51 WIB
Jakarta - Lima tahun lalu, pasar motor Indonesia diramaikan oleh produk motor Cina alias Mocin yang menawarkan harga murah untuk produknya. Kini motor India pun mulai masuk ke Indonesia untuk bersaing dengan motor-motor Jepang.Serbuan motor Cina tahun 2001 lalu sempat membuat produsen motor dari Negeri Sakura yang terlebih dulu berjaya di Indonesia seperti Honda, Yamaha, Suzuki ketar-ketir.Apalagi masuknya Mocin kala itu terjadi di tengah turunnya daya beli masyarakat setelah terhantam krisis moneter 1997.Namun euforia Mocin hanya berlangsung singkat, motor murah ini tidak mampu merebut pasar motor Indonesia yang dikuasai motor-motor Negeri Sakura.Belajar dari mocin, lalu bagaimana peluang motor India seperti TVS dan Bajaj mencuri sedikit dominasi motor Jepang? Diakui oleh Sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Hotma B Hutabarat, motor India memang belum banyak dikenal di Indonesia meski di negerinya penjualannya sangat signifikan.Namun menurut Hotma, motor India punya peluang bermain di pasar Indonesia karena melihat celah masih tingginya kebutuhan kendaraan roda dua di masyarakat.Saat ini perbandingan penggunaan motor di Indonesia adalah satu motor dipakai oleh 7 orang. Sementara AISI menargetkan satu motor digunakan untuk empat orang pada tahun 2010."Motor India melihat peluang itu, makanya mereka masuk ke Indonesia," ujar Hotma ketika dihubungi detikcom, Jumat (10/11/2006).Hotma menilai, jika produsen India mau bekerja keras dan memberikan layanan yang memuaskan bagi konsumen, bukan tidak mungkin masyarakat juga akan terpincut.Menurut Hotma, kurang bergaungnya mocin saat ini, karena masyarakat kini tidak lagi membeli motor dengan melihat murahnya harga, tapi juga kualitasnya."Mocin memang menjadi alternatif harga motor murah. Namun setelah membeli harga murah, ada beberapa yang kecewa terhadap yang dibeli," ujar Hotma.Kekecewaan terhadap Mocin kebanyakan disebabkan seperti layanan purnajual yang sulit dipenuhi oleh produsennya.Hotma mengakui saat ini memang terdapat loyalitas masyarakat terhadap merek motor tertentu. Namun itu bukan berarti peluang motor baru di pasar Indonesia tidak ada sama sekali."Jadi seperti perempuan, kalau sudah beli satu kosmetik dan puas, akan terus memakainya," kata Hotma.Sementara Direktur Marketing and Sales PT Bajaj Auto Indonesia DK Banerjee dalam konferensi pers di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (9/11/2006) mengatakan, Bajaj tidak memasang target tinggi untuk penjualannya dan akan melihat terlebih dahulu respons masyarakat.Bajaj meluncurkan Bajaj Pulsar yang ditujukan pada pasar yang lebih muda, perkotaan, aktif dan untuk penggemar motor kelas menengah."Perkembangan motor sport di Indonesia sangat stabil, beberapa tahun belakangan ini dengan peningkatan penjualan sekitar 8 persen. Masih terdapat peluang besar bagi segmen ini untuk berkembang," ujarnya.
(ir/sss)











































