Pertamina Batalkan Impor Tabung Elpiji Tahun 2006

Pertamina Batalkan Impor Tabung Elpiji Tahun 2006

- detikFinance
Jumat, 10 Nov 2006 16:37 WIB
Jakarta - Setelah adanya kecaman dari Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Pertamina akhirnya membatalkan rencana impor tabung elpiji sebesar 800 ribu ton untuk tahun 2006 ini. Namun untuk kebutuhan tabung elpiji tahun 2007 yang sebanyak 12 juta, Pertamina kemungkinan akan mengimpor mengingat produsen dalam negeri tak dapat memenuhinya."Kemungkinan untuk tahun ini kita tidak impor, pakai dalam negeri saja. Yang 2007 kita butuh 12 juta tabung," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal di Kantor Pusat Pertamina Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (10/11/2006).Untuk kebutuhan tahun 2006, kata Faisal, produsen dalam negeri kemungkinan hanya akan memenuhi 500 ribu tabung saja. "Dari 14 pabrik yang mampu hanya 10 pabrik ya sekitar 500 ribu tabung," katanya.Sedangkan sisanya 300 tabung direncanakan akan masukan ke dalam kebutuhan pada tahun 2007 nanti. "Yang 300 ribu tidak kita akumulasikan dan kita siapkan untuk tahun depan," jelasnya.Faisal menambahkan, untuk pengadaan tabung elpiji tahun 2007, Pertamina telah melakukan pembicaraan dengan Krakatau Steel. "Tadi kita kumpulkan pabrikan tabung dan Krakatau Steel, kita bicarakan buat tahun 2007," katanya.Jika memang Krakatau Steel tidak sanggup untuk memenuhi 12 juta tabung elpiji maka akan dicarikan solusi lainnya yakni impor. "Kita tanya Krakatau Steel berapa mereka sangggup. Kalau sanggup 12 juta nanti kan kita beli semuanya. Kalau tidak akan outsourcing, karena program ini harus jalan," tegasnya.Faisal menambahkan, jika semua program telah berjalan maka kemungkinan awal Desember sudah bisa dimulai untuk program konversi minyak tanah ke elpiji. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads