SBY Akui Sulit Atasi Kemiskinan

SBY Akui Sulit Atasi Kemiskinan

- detikFinance
Jumat, 10 Nov 2006 17:23 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kesulitan mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Jumlah penduduk yang besar menjadi alasan sulitnya mengatasi masalah pelik tersebut. Hal tersebut disampaikan SBY dalam pidato penutupan Kongres Nasional Pembangunan Manusia Indonesia 2006 di hotel Millenium, Jl Fachrudin, Tanah Abang Jakarta, Jumat, (10/11/2006). "Mengatasi kemiskinan dan pengangguran bukan hal yang mudah. Demikian pula di India, Cina, Filipina, Pakistan, Bangladesh, dan banyak negara-negara yang penduduknya besar juga mengalami masalah kemiskinan," kata SBY. Namun, pemerintah tetap berupaya untuk dapat menurunkan angka kemisinan da pengangguran. Untuk 2009, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 9 persen dari tahun 2004 yang sebanyak 17,7 persen. "Tahun 2004 angka kemiskinan 17,7 persen. Tahun 2009 harus diturunkan jadi 9 persen. Pengangguran (tahun 2004) sebesar 10 persen dari total angkatan kerja. 2009 harus dikurangi hingga 6 persen, " tambah presiden. Musim Tanam Mundur Terkait dengan mundurnya musim tanam 2006 lantaran kemarau diberbagai daerah, pemerintah meminta jajarannya untuk segera menyiapkan segala daya untuk mengantisipasi hal-hal yang dibutuhkan. "Mengenai keterlambatan musim tanam 2006, saya minta untuk melakukan antisipasi terhadap dampak terlambatnya musim hujan, " ujar SBY. Hal itu perlu dilakukan untuk mengjaga stabilitas pangan dan ketersedianan pangan yang mencukupi. "Dengan demikian, kita akan memapu melakukan langkah-langkah dari kebijakan seperti apa, langkah seperti apaagar pangan kita cukup, beras kita cukup, hatganya pun terjangkau sesuai dengan keinginan kita bersama, " tegas SBY. (Ari/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads