Garuda Capai Titik Impas 2007
Senin, 13 Nov 2006 16:41 WIB
Jakarta - Setelah terus-menerus didera kerugian, PT Garuda Indonesia memperkirakan akan mencapai titik impas atau break event point (BEP) pada tahun 2007.Tercapainya titik impas itu diharapkan bisa diraih setelah masuknya Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah sebesar Rp 1 triliun."Kita dapat break event point pada tahun 2007. Itu diharapkan dengan masuknya PMN sekaligus untuk mengurangi utang terhadap suplier utama," ujar Direktur Keuangan Garuda Alex Maneklaran di kantornya, Jakarta, Senin (13/11/2006).Untuk kinerja Garuda hingga Oktober 2006 masih membukukan kerugian sebesar Rp 330 miliar, atau lebih rendah dari kerugian pada periode yang sama tahun 2005 yang sebesar Rp 524 miliar.Hingga akhir tahun 2006, Garuda menargetkan masih akan membukukan kerugian sekitar Rp 400 miliar. Pada tahun 2004 lalu, Garuda membukukan kerugian sebesar Rp 814 miliar dan di tahun 2005 angkanya turun menjadi Rp 668 miliar.Alex menjelaskan, persoalan utama yang mendera Garuda dan membuatnya rugi adalah karena masih tingginya harga bahan bakar dan tingginya biaya-biaya untuk perawatan yang juga terkait dengan modal kerja Garuda.Terkait proses restrukturisasi utang, Alex menjelaskan, dalam waktu dekat Garuda akan bertemu dengan kreditor utamanya, yakni ECA untuk menentukan pola restrukturisasi utang."Kita akan membawa semua utang kita dalam pertemuan ECA itu, namun ini masih kita bicarakan. Dan formatnya masih rahasia," ungkapnya.Pertahankan Rute Internasional ke BaliDalam kesempatan itu, Alex juga menjelaskan, maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu akan mempertahankan rute internasionalnya ke Bali.Penegasan ini menepis kabar yang menyatakan Garuda akan segera menghentikan penerbangan internasionalnya ke Bali.Selama ini, Garuda menerbangi rute internasional ke Bali dari sejumlah kota seperti Brisbane, Melbourne, Sydney, Tokyo, Singapura, Osaka, dan Perth.
(qom/sss)











































