RI Bakal Dapat Hibah Lagi Hingga US$ 1 M dari AS
Senin, 13 Nov 2006 18:00 WIB
Jakarta - RI berpotensi mendapat hibah dari AS senilai US$ 1 miliar menyusul ditekennya hibah senilai US$ 55 juta. AS menilai Indonesia berhasil dalam melaksanakan proses demokrasi."Kita dapat hibah karena kita berhasil menjalankan demokrasi, misalnya pelaksanaan otonomi daerah, pilkada akhirnya kita dapat US$ 55 juta," ujar Sekretaris Menneg PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan sebelum mengikuti rakor di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/11/2006).Hibah itu diperoleh dari lembaga milik pemerintah AS yakni Millenium Challenge Account yang komisarisnya adalah Menlu AS Condolezza Rice. Hibah itu akan diteken pada Jumat, 17 November sebelum kedatangan Presiden AS George W Bush ke Indonesia.Dana hibah tersebut akan digunakan untuk imunisasi dan program pemberantasan korupsi yang dilimpahkan antara lain untuk BPK, KPK dan PPATK. Waktu evaluasi pelaksanaan hibah berlangsung selama 1-1,5 tahun. Dan setelah hibah itu, Indonesia mempunyai kesempatan untuk memperoleh hibah lagi sebesar US$ 1 miliar.Hibah susulan sebesar US$ 1 miliar akan digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan pembangunan infrastruktur pedesaan.Merayu George W Bush agar hibah cepat cair? "Yang lobi bos gede dong," ujar Syahrial sambil tertawa.
(ddn/qom)











































