Kadin AS Desak Pencabutan Travel Warning ke Indonesia
Senin, 13 Nov 2006 18:31 WIB
Jakarta -
US Chamber of Commerce alias Kamar Dagang dan Industri (Kadin) AS meminta pemerintah AS mencabut travel warning ke Indonesia yang dikenakan setelah peristiwa bom Bali I.Namun lembaga yang menaungi tiga juta pengusaha itu meminta dukungan pemerintah Indonesia agar semakin meningkatkan iklim investasi dan usaha agar travel warning segera dicabut.Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dan CEO US Chamber and Commerce Thomas J Donohue usai pertemuan dengan Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (13/11/2006)."Saya rasa pemerintah AS harus meninjau ulang kebijakan itu dengan cara melakukan pembicaraan empat mata antara Presiden RI dan menteri sekretaris negara untuk menindaklanjuti masalah ini. Saya harap kedua negara bisa mengambil langkah positif. Seandainya Indonesia bisa mempertahankan situasi yang kondusif, saya rasa itu bisa diwujudkan," jelas Donohue.Mengenai kunjungan Kadin AS, Donohue menjelaskan, mereka ingin menunjukkan kepada komunitas bisnis AS bahwa saat ini adalah waktu yang tepat berinvestasi di Indonesia. Namun Kadin AS membantah kedatangannya kali ini berkaitan dengan datangnya Presiden AS George Walker Bush.Donohue mengakui, pemerintah Indonesia telah berupaya untuk membenahi daya saing dan iklim investasi di dalam negeri. Sebagai bukti, berdasarkan The World Economic Forums Global Index, posisi Indonesia dilihat dari daya saing ekonomi telah secara meyakinkan, yakni meningkat ke peringkat 19 dari semula di peringkat 50."Kita meminta agar Indonesia menjadi negara yang semakin transparan, dapat menghormati kontrak kerjasama, bisa memberantas korupsi, serta memerangi pembajakan dan pemalsuan. Jika masalah itu bisa dibenahi, Indonesia akan semakin dilirik sebagai tujuan investasi," tambahnya.Donohue meyakini pemerintah Indonesia sangat tanggap dengan isu-isu tersebut. "Tindakan pemerintah RI sangat positif dalam menangani masalah ini," ujarnya.
(qom/sss)










































