Tahun 2007, PLN Masih Bakar BBM 8 Juta Kiloliter

Tahun 2007, PLN Masih Bakar BBM 8 Juta Kiloliter

- detikFinance
Senin, 13 Nov 2006 19:28 WIB
Jakarta - Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) PT PLN (Persero) untuk menggerakkan pembangkitnya pada tahun 2007 mencapai 8 juta kiloliter.Hal itu diungkapkan Direktur Pembangkit dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim saat acara ramah tamah di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Senin (13/11/2006).Besarnya volume itu, kata Ali telah mengalami penurunan dibandingkan pemakaian BBM tahun 2006 yang mencapai hingga 9,2 juta hingga 9,5 juta kiloliter. "Jadi, ada pengurangan 1,2-1,5 juta kiloliter," katanya. Sedangkan pada 2005 pemakaian BBM oleh PLN mencapai 11 juta kiloliter.Pengurangan pemakaian BBM tahun 2007 itu terutama karena mulai beroperasinya secara penuh sejumlah pembangkit non-BBM, yakni PLTU Cilacap 2x300 MW, PLTU Tanjung Jati B 2x660 MW, dan PLTGU Cilegon 740 MW.Selain itu, menurut Ali, pembangkit panas bumi meski berskala kecil akan mulai masuk pada 2007, yakni PLTP Lahendong dengan daya 20 MW. "Kita juga tidak akan mengembangkan lagi pembangkit berbahan bakar diesel, baik kota/kabupaten maupun listrik desa," katanya.Dirut PLN Eddie Widiono menambahkan, PLN akan mengembangkan pembangkit berbahan bakar nabati (BBN) yang bekerja sama dengan pemda guna mengurangi pemakaian BBM. "PLN akan menyediakan pembangkit diesel berkapasitas lima MW, sedang pemda menyediakan BBN-nya," ujarnya.Menurut dia, setiap pembangkit yang berkapasitas 5 MW memerlukan 3.000 ton BBM per tahun. Untuk tahap awal, BBM yang digunakan berasal dari kelapa sawit dan ke depan dengan minyak jarak. (mar/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads