Bank Dunia Abaikan Rakyat Miskin
Selasa, 14 Nov 2006 09:45 WIB
Halifax - Pemenang Nobel Perdamaian dari Bangladesh, Muhammad Yunus, menilai kebijakan Bank Dunia sama sekali tidak menyentuh langsung rakyat-rakyat miskin di dunia. Bantuan-bantuan Bank Dunia saat ini dinilai hanya memberi manfaat pada pemerintah.Yunus yang juga merupakan perintis Grameen Bank mengungkapkan, dari total pinjaman Bank Dunia yang mencapai US$ 20 miliar, yang diberikan untuk kredit mikro kepada rakyat miskin tak sampai 1 persennya. "Orientasi mereka terlalu berbeda. Jika Anda membangun sebuah jembatan, siapa yang memiliki jembatan itu? Tentu saja jika pemerintah yang mendapatkan pinjaman, maka pemerintahlah yang memiliki jembatan itu," cetus Yunus.Hal tersebut disampaikan Yunus dalam acara 'Global Summit on Microcredit" yang berlangsung di Halifax, Kanada, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/11/2006).Sejumlah tokoh yang lekat dengan 'kemiskinan' seperti Yunus, Ratu Sofia dari Spanyol, pemerintah Kanada, Pakistan dan dan Honduras, perwakilan PBB, ADB dan beberapa lembaga multilateral serta para perintis kredit mikro hadir dalam acara tersebut. Namun sayang, tak satu pun perwakilan dari Bank Dunia yang tampak.Para peserta yang hadir menargetkan kredit mikro bagi 175 juta rakyat miskin hingga 2015. Mereka juga mengaku telah sukses memberikan kredit mikro bagi sekitar 82 juta rakyat miskin, sejak pertemuan serupa digelar pertama kalinya di Washington pada tahun 1997. Yunus yang meraih Nobel setelah sukses merintis bank untuk rakyat miskin tersebut mengaku telah berusaha untuk mendesak Bank Dunia agar mengubah orientasinya dengan memberi sentuhan langsung kepada rakyat miskin."Saya telah berkali-kali mendesak Bank Dunia untuk memberikan perhatian langsung kepada rakyat miskin," ujar Yunus.Pria berusia 66 tahun ini juga mengakui bahwa mantan Presiden Bank Dunia James Wlfensohn sebenarnya telah memberikan tanda-tanda untuk memberikan dukungan pada kredit mikro ini. "Tapi sayangnya institusi (Bank Dunia) tidak mendukungnya," kritiknya.Yunus sendiri telah sekian lama berjuang melawan kemiskinan di Bangladesh dengan memberikan kredit mikro kepada rakyat miskin dengan rata-rata nilai sekitar US$ 100 atau sekitar Rp 900.000. Kredit mikro tersebut diberikan tanpa adanya jaminan, dan diberikan kepada rakyat miskin yang seringkali diabaikan oleh sistem perbankan.Yunus mengaku, dari kredit-kredit mikro yang disalurkan kepada rakyat miskin itu, 99 persennya bisa dibayar kembali.
(qom/nrl)











































