Cadangan Devisa Asia Timur Capai US$ 2 T, Separuh Punya Cina
Selasa, 14 Nov 2006 10:06 WIB
Jakarta - Cadangan devisa negara-negara emerging Asia Timur terus bertambah, dan saat ini mencapai US$ 2 triliun. Dari jumlah tersebut, separuhnya adalah cadangan devisa Cina.Surplus neraca perdagangan kawasan ini juga telah mencapai US$ 300 miliar pada semestar II tahun 2006. Namun aliran portofolio dan finansial kapital lainnya keluar dari kawasan ini selama triwulan terakhir. Hal ini mencerminkan tingkat suku bunga kawasan Asia Timur yang lebih rendah dari tingkat suku bunga AS dan meningkatnya pembelian aset-aset asing oleh penduduk Asia Timur.Demikian laporan perkembangan Asia Timur yang dikeluarkan oleh Bank Dunia, Selasa (14/11/2006).Bank Dunia juga melihat, perekonomian kawasan Asia Timur pada tahun 2006 tumbuh dengan pesat. Namun laju pertumbuhan ekonomi transisi dan ekonomi industri baru diperkirakan melambat seiring melemahnya pertumbuhan ekonomi AS pada tahun 2007, yang berakibat menurunnya ekspor Asia Timur.Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia Timur pada tahun 2006 akan mencapai sekitar 8 persen. Dari angka tersebut, Cina yang mencatat pertumbuhan lebih dari 10 persen masih menjadi penyokong utama pertumbuhan kawasan ini. Perkiraan ini menunjukkan, penduduk Asia Timur yang hidup dengan pendapatan kurang dari US$ 2 per hari akan mencapai 550 juta jiwa atau sekitar 29,3 persen dari total penduduk pada tahun 2006. Angka itu berarti turun 1,5 persen selama 1 tahun terakhir, atau berarti sekitar 25 juta orang dari Asia Timur telah keluar dari jurang kemiskinan sejak tahun 2005.
(qom/nrl)











































