BBN Jurus Baru PLN Kurangi BBM
Selasa, 14 Nov 2006 15:26 WIB
Jakarta - Ketergantungan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terhadap bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun mendatang masih tinggi. Kini PLN pun sibuk menyiapkan jurus baru untuk mengurangi biaya BBM. Sebagai gambaran, pada tahun 2007 PLN membutuhkan BBM sebesar 8 juta kiloliter (kl). Jumlah itu sudah berkurang sebesar 1,5 juta kl dari target semula 9,5 juta kl. Untuk pembelian BBM itu, PLN harus mengeluarkan dana sekitar Rp 30 triliun agar bisa menghidupkan pembangkitnya.Dana sebesar itu tentu saja bikin PLN pening, karena jumlahnya terus meningkat sampai-sampai PLN juga harus mengutang dengan Pertamina.Lalu apa kiat PLN untuk menghemat biaya BBM tersebut? Memang PLN saat ini sudah punya alternatif untuk mengembangkan pembangkit non-BBM seperti batubara, geothermal (panasbumi) dan gas bumi. Namun sayangnya untuk pembangkit batubara, geothermal dan gas bumi akan sulit diterapkan di daerah-daerah yang minus potensi panas bumi, gas ataupun batubara.Maka itu PLN kini tengah menggarap jurus baru, yakni mengembangkan pembangkit listrik yang berbahan bakar nabati (BBN). Sayangnya, itu pun masih menjadi pertanyaan. Apakah pembangkit listrik BBN ini mampu memenuhi kebutuhan listrik PLN di daerah, yang saat ini lebih banyak menggunakan pembangkit diesel ataupun solar.Namun Dirut PLN Eddie Widiono optimistis, penggunaan BBN bisa dilakukan pada pembangkit-pembangkit listrik yang berkapasitas kecil. Untuk pengembangan BBN tersebut, PLN kini giat mengajak Pemda setempat untuk pengembangannya. "PLN akan menyediakan pembangkit diesel berkapasitas 5 MW. Pemda akan menyediakan BBN-nya," kata Eddie beberapa waktu lalu.Menurutnya, setiap pembangkit yang berkapasitas 5 MW memerlukan sekitar 3.000 ton BBN per tahunnya. "Untuk awalnya akan diupayakan menggunakan BBN yang berasal dari kelapa sawit, setelah itu dikembangkan untuk minyak jarak," katanya.Eddie optimistis, pembangunan pembangkit BBN akan dapat terlaksana. Begitu juga pasokan BBN-nya. "Makanya kita akan kerja sama dengan Pemda," urainya.Direktur Pembangkit dan Energi Primer Ali Herman Ibrahim kepada detikcom Senin kemarin (13/11/2006) mengatakan, untuk pembangunan pembangkit listrik BBN akan dikhususkan pada pembangkit di daerah."Kapasitasnya tidak terlalu besar, paling besar 10 MW," ujarnya.Ali mengatakan, meskipun PLN saat ini sudah akan meninggalkan pembangkit BBM-nya, namun sejumlah pembangkit BBM akan tetap dipertahankan. "Pembangkit BBM nantinya untuk cadangan saja," kata Ali.
(mar/ir)











































