Sumut Akan Produksi 1 Ton Jagung
Selasa, 14 Nov 2006 17:52 WIB
Medan - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memasang target produksi jagung hingga satu ton per tahunnya. Asumsi hasil ini bersumber dari kalkulasi pengelolaan lahan yang bekerjasama dengan perusahaan perkebunan. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut (Bappedasu) RE Nainggolan menyatakan, berbagai kemajuan sudah dicapai pasca disepakatinya komitmen untuk menggalakkan penanaman jagung beberapa waktu lalu. Komitmen itu antara lain dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II yang telah melakukan penanaman jagung seluas 1.668 hektar. Perusahaan ini juga berkomitmen memperluas areal tanam di luar kawasan perkebunan dengan kerjasama pihak swasta, seperti PT Pioner, PT Sang Hyang Seri serta pemerintah kabupaten. Selain itu, PTPN III telah merencanakan pada tahun 2006 penanaman jagung seluas 100 hektar di Kabupaten Deliserdang, dan di Serdang Bedagai seluas 150 hektar. Sementara PTPN IV pada 2006 telah melakukan penanaman jagung di areal seluas 448 hektar dan direncanakan pada Desember 2006 akan dilakukan panen raya seluas 25 hektar. "Panen raya ini merupakan yang perdana," kata RE Nainggolan kepada wartawan, Selasa (14/11/2006) di kantornya, Jalan Diponegoro Medan. Nainggolan juga menyatakan, untuk tahun 2007 PTPN II akan menanam jagung di areal seluas 3.185,80 hektar, sehingga penanaman jagung pada areal PTPN II seluas 4.874,29 hektar. Sementara PTPN III merencanakan penanaman jagung di areal 1.500 hektar di seluruh kabupaten yang menjadi wilayah kerja PTPN III. Sementara PTPN IV untuk 2007 akan menanam jagung seluas 10.000 hektar dua kali tanam pada areal replanting. "Mengingat luas areal perkebunan PTPN se wilayah Sumut cukup luas dan sangan berpotensi dalam pengembangan jagung, diprediksi replanting pada PTPN II, III dan IV setiap tahunnya 5.000 hektar. Dengan demikian total arealnya mencapai 50.000 hektar dan diasumsikan dengan jangka panjang, Sumut bersama PTPN akan mampu memproduksi jagung 1 juta ton per tahun," kata Nainggolan. Menurut Nainggolan, produksi jagung Sumut pada 2005 sebanyak 739.067 ton per tahun dengan luas panen 209.383 hektar. Produksi tertinggi ada di Kabupaten Simalungun, Karo dan Dairi. "Komoditi jagung ini primadona, karena kecendrungan kebutuhan jagung dunia sangat besar sebab dipergunakan untuk produksi ethanol dan produk olahan lainnya. China telah menghentikan ekspor jagung. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu naiknya harga komoditi jagung dunia," kata RE Nainggolan.
(rul/qom)











































