Pertamina Optimistis Raup Untung Rp 10 T Tahun 2006
Rabu, 15 Nov 2006 14:00 WIB
Jakarta - Pertamina optimis bisa menangguk keuntungan lebih dari Rp 10 triliun pada tahun 2006 ini. Saat ini Pertamina bisa mengandalkan keuntungan dari sektor hilir yakni distribusi BBM."Dulu kita mengandalkan keuntungan dari hulu. Kini bisa dari hilir dengan sistem MOPS plus alpha. Dengan MPOS+14 persen, kita bisa mendapatkan marjin sebesar 4 persen," kata Dirut Pertamina Ari H. Soemarno di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (15/11/2006).Menurut Ari, marjin di sektor hulu pertamina memang cukup besar sekitar 20 persen. "Besar tapi return-nya lama karena ini jangka panjang di upstream," jelasnya.Sedangkan marjin di sektor hilir meskipun hanya 4 persen, namun sangat membantu arus kas Pertamina. "Ini sangat menolong arus kas pertamina karena setiap hari uang yang masuk sebesar Rp 700 miliar," kata Ari.Pertamina, lanjut Ari, terus melakukan pembenahan di sektor hilir terlebih dengan adanya pesaing baru seperti Shell, Petronas dan yang akan datang adalah Indian Oil. "Kadang pembenahan ini tidak disenangi mitra Pertamina. Sudah menjadi hal umum banyak yang menikmati keuntungan dari pola distribusi Pertamina yang lama," katanya.Dia mencontohkan dengan ulah sopir mobil tanki BBM yang nakal dan SPBU yang curang. "Sopir tangki kencing, terus masuk SPBU kurang. Biar nggak rugi, SPBU kurangi takaran dan kerjasama dengan pihak teranya, konsumen yang dirugikan," ujarnya.Untuk itu, kata Ari, Pertamina akan mulai melakukan berbagai perubahan termasuk sistem distribusi dan pembayaran. "Jadi konsumen beli bensin Rp 900 dapatnya juga Rp 900," tegasnya.
(mar/qom)











































