Dirut: Pertamina Kayak Kreditor
Rabu, 15 Nov 2006 15:13 WIB
Jakarta - Banyaknya BUMN yang ngutang membuat Pertamina serasa kreditor. Dan PLN tercatat sebagai 'debitor' terbesar Pertamina dengan utang lebih dari Rp 20 triliun. Weleh... "Pertamina ini sudah kayak jadi lembaga kreditor," cetus Dirut Pertamina Ari H. Soemarno di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (15/11/2006).BUMNM-BUMN lain yang tercatat memiliki utang ke Pertamina adalah Garuda dan Merpati. "Garuda masih punya outstanding payment sebesar Rp 800 miliar. Begitu juga dengan Merpati yang saat ini masih dalam proses resettlement," kata Ari tanpa merinci angkanya.Namun atas kondisi itu, Ari mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak meskipun saat ini tengah membutuhkan dana yang besar untuk investasi. Padahal untuk investasi di sektor hulu misalnya untuk eksplorasi, Pertamina sudah tidak mungkin mencari dana dari luar. "Karena eksplorasi hasilnya tak pasti. Kita cari US$ 300 juta saja susahnya setengah mati," ujarnya."Tapi kita yakin pemerintah bisa menyelesaikan dan ini tidak masalah," tambah Ari optimistis.Ari menambahkan, kendati sejumlah BUMN berutang, namun Pertamina tidak akan menghentikan pasokan BBM-nya. "Coba saja kalau Pertamina nggak kasih avtur, bisa repot mereka dan tidak ada penerbangan. Tapi itu tidak akan kita lakukan," jamin Ari.
(mar/qom)











































