Soal Investasi
RI Kadang Mujur, Kadang Buntung
Kamis, 16 Nov 2006 14:17 WIB
Jakarta - Kepergian para pejabat ke luar negeri untuk menggaet investor ternyata tak selalu berbanding lurus dengan angka investasi yang masuk. Namun pemerintah berkilah, datangnya investasi ibarat politik dagang yang terkadang mujur, namun terkadang buntung."Angka investasi kan naik turun. Kadang kita mujur, tapi kadang kita kurang mujur. Tapi kita tetap sampaikan good messages pada investor bahwa Indonesia tetap baik menangani investor," ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (16/11/2006).Pernyataan Dino tersebut disampaikan menanggapi angka Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencatat penurunan pada periode Januari hingga Oktober. Padahal dalam dua tahun terakhir, baik presiden, wapres, para menteri rajin ke luar negeri untuk menggaet investor.Menurut Dino, pemerintah memang tetap berupaya untuk mengundang investor masuk. "Tapi kita kan nggak bisa maksa mereka," cetusnya.Ia menambahkan, sebelum menanamkan investasinya, tentu mereka akan melihat prospek pengembalian nilai investasi dan juga iklim investasinya."Jadi ada 2 aspek yang terus kita lakukan. Kita terus undang investor asing. Kita juga terus perbaiki iklim investasi," tambahnya.Dino mengakui bahwa Indonesia menghadapi saingan yang cukup berat dari negara tetangga seperti India, Cina, Malaysia dan sebagainya. "Kita harus lebih kompetitif dan membuat iklim investasi lebih baik," ujarnya.Namun Dino menolak jika dikatakan kunjungan presiden dan wapres ke luar negeri gagal menggaet investor. Menurutnya, banyak berita baik dari Indonesia yang bisa diandalkan, sehingga ke depan jumlah investor bisa lebih baik lagi."Posisi makro ekonomi kita cukup baik. Pertumbuhan ekonomi 5,6 persen. Rating kita salah satu top 3 di Asia. Cadangan devisa kita paling besar dalam sejarah setelah melunasi utang ke IMF. Jadi ada banyak good news yang dapat kita andalkan. Mudah-mudahan nanti lebih baik lagi," pungkasnya.
(qom/sss)











































