SBY Resmikan Pipanisasi SSWJ 21 Desember

SBY Resmikan Pipanisasi SSWJ 21 Desember

- detikFinance
Kamis, 16 Nov 2006 18:54 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan meresmikan beroperasinya proyek pipa transmisi gas ruas Sumatera Selatan-Jawa Barat (South Sumatera-West Java/SSWJ) tahap pertama milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 21 Desember 2006.Direktur Utama PGN WMP Simandjuntak dalam siaran persnya yang diterima detikcom di Jakarta, Kamis (16/11/2006) mengatakan, presiden akan meresmikan pengaliran perdana gas dari proyek pipa gas sepanjang 450 km senilai US$ 492 juta itu."Saat ini, pekerjaan sudah rampung 85 persen dan pada 2 Desember direncanakan sudah bisa tie in (tersambung)," ujarnya.Menurut dia, gas akan dipasok dari Lapangan Pagardewa, Sumsel milik PT Pertamina (Persero) dengan kapasitas 250 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang diperuntukkan bagi kepentingan industri dan rumah tangga di wilayah Serang dan Cilegon.Ia mengatakan, setelah proses stabilisasi, maka sekitar awal Januari 2007, aliran gas sudah bisa dimanfaatkan para pelanggan. Proyek SSWJ I sepanjang 450 km itu melalui jalur Pagardewa, Terbanggi Besar, Labuhan Maringgai, Cilegon, dan Serpong.Selain SSWJ I, PGN juga tengah menggarap SSWJ fase II yang menghubungkan lapangan gas milik Conoco Phillips di Grissik, Sumsel menuju Rawamaju, Bekasi sepanjang 661 km dengan nilai US$ 619 juta.Proyek pipa gas SSWJ II dengan kapasitas sebesar 250 MMSCFD itu akan diperuntukkan bagi rumah tangga dan industri yang berada di wilayah Jabar.Simandjuntak mengatakan, dengan selesainya kedua proyek pipa gas itu, maka akan mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan gas bagi kepentingan domestik. Selanjutnya, setelah merampungkan kedua proyek SSWJ itu, PGN akan memulai proyek pipa ruas Duri-Medan.Menurut dia, saat ini, PGN masih terus bernegosiasi dengan produsen gas, yakni Conoco Phillips, khususnya mengenai harganya.Perusahaan migas asal AS itu memiliki Lapangan Grissik, Sumsel dengan produksi gas mencapai 400-500 MMSCFD. "Kami mau sekitar 250 MMSCFD dialirkan ke Jabar dan sisanya ke Medan. Tentunya, dengan harga yang berbeda," katanya.Simandjuntak berharap, proyek pipa gas sepanjang 465 km dengan perkiraan investasi US$ 465-490 juta itu bisa dimulai tahun 2008. "Sumber pendanaan berasal dari luar seperti Eurobond dan dalam dengan perbandingan 60:40 atau 70:30," ujarnya.Simandjuntak optimistis keberadaan pipa gas SSWJ dan juga Duri-Medan akan membuat kinerja keuangan PGN semakin baik. "Sebab ke depan, gas akan menggantikan posisi minyak yang semakin langka dan mahal. Sementara, pemerintah juga secara bertahap mengurangi subsidi BBM," katanya.Selain membangun pipa, PGN juga melirik bisnis lain seperti gas metana batubara (coal belt methane/CBM) dan gas kompresi (compressed natural gas/CNG). (mar/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads