Peritel 7-Eleven Ingin Masuk, Pemerintah Belum Setujui

Peritel 7-Eleven Ingin Masuk, Pemerintah Belum Setujui

- detikFinance
Jumat, 17 Nov 2006 10:01 WIB
Jakarta - Peritel Jepang 7-Eleven berniat masuk ke Indonesia. Namun pemerintah belum memberi keputusan dan memberi kuasa kepada Kadin untuk mempelajari untung rugi masuknya 7-Eleven.7-Eleven merupakan peritel yang menyerupai Circle K, Indomaret ataupun Alfamart. Masuknya 7-Eleven sempat mendapat tentangan karena dikhawatirkan akan mengganggu pangsa pasar warung-warung berskala kecil. 7-Eleven juga dikenal sangat ekspansif.Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat, pihaknya tengah mempelajari masuknya 7-Eleven bersama dengan Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo). Nantinya, hasil studi Kadin atas 7-Eleven itu akan diserahkan ke pemerintah.Dan pemerintah akan memberi jawaban atas 'lamaran' 7-Eleven tersebut dalam kunjungan Presiden SBY ke Jepang pada 28 November mendatang."Sekarang saya sounding dengan teman-teman ritel yang harus selesai keputusannya dalam beberapa hari ini," ujar Hidayat saat ditemui di kantornya, Kamis (16/11/2006).Aprindo setuju atau tidak? "Saya minta mereka jangan katakan welcome atau menolak secara apriori karena harus dikaji dulu. Saya pun setelah melihat masalahnya tidak langsung bilang setuju atau tidak. Mari kita kaji lebih dalam karena kalau kita tolak terus menerus investasi ritel masuk susah juga di zaman globalisasi ini," urai Hidayat.Sebelumnya, pemerintah Jepang minta jaminan pemerintah Indonesia agar investasi 7-Eleven tidak terganjal aturan hukum investasi, sehingga bisa segera beroperasi di Indonesia. Jaminan itu diisyaratkan Jepang dalam skema perjanjian kerja sama ekonomi atau economic partnership agreement (EPA). Rencananya, EPA Indonesia-Jepang ini akan diteken bersamaan dengan kunjungan Presiden SBY ke Jepang.Investasi 7-Eleven ke pasar ritel Indonesia kemungkinan akan terganjal aturan Menteri Perdagangan tentang waralaba No 12 tahun 2006 yang tidak memperbolehkan adanya investasi asing langsung. Hidayat menjelaskan, 7-Eleven nantinya akan tetap memberi porsi kepemilikan lokal meski hanya minoritas. Hal itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk berpartisipasi. "Sehingga banyak orang Indonesia yang akan ikut. Itu positifnya," jelas Hidayat.Namun ia tidak menampik bahwa kehadiran 7-Eleven yang rencananya akan berekspansi ke seluruh Indonesia akan membawa dampak negatif."Mereka akan memasarkan dengan cara mereka, produk-produk dari Jelang. Itu bisa memberi efek pada produk Indonesia," ungkap Hidayat.Selain itu ada kekhawatiran 7-Eleven akan mendominasi pasar. 7-Eleven juga akan mengontrol sistem penjualan dan barang apa yang akan dijualnya. (qom/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads