Pembelian Elpiji Bersubsidi Pakai Kartu Kendali

Pembelian Elpiji Bersubsidi Pakai Kartu Kendali

- detikFinance
Jumat, 17 Nov 2006 13:57 WIB
Jakarta - Pertamina berencana mengeluarkan kartu kendali kepada masyarakat yang ingin membeli elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) mulai tahun depan. Langkah ini untuk memisahkan antara elpiji yang bersubsidi dan non-subsidi seiring dengan program konversi minyak tanah ke elpiji."Nanti akan kita data semua masyarakat yang saat ini memakai minyak tanahbersubsidi. Nantinya mereka yang diberikan kartu kendali," kata DirekturPemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, saat dihubungi detikcom, Jumat (17/11/2006).Menurut Faisal, saat ini Pertamina masih menunggu persetujuan dari pemerintah untuk program pemisahan elpiji bersubsidi dan non-subsidi."Program kenaikan harganya juga sudah kami ajukan ke pemerintah, tinggal menunggu persetujuannya saja," ungkapnya.Faisal yakin, program konversi minyak tanah ke elpiji akan bisa berhasil karena Pertamina sebelumnya telah melakukan uji coba di Jakarta. "Makanya program pembedaan elpiji subsidi dan non-subsidi akan kita mulai tahun depan secara bertahap," ujarnya.Harga ElpijiPertamina juga berencana menaikkan harga elpiji untuk rumah tangga ukuran 12 kilogram. Kenaikan harga elpiji itu dilakukan Pertamina untuk membedakan harga elpiji yang disubsidi dengan yang tidak disubsidi.Dirut Pertamina Ari H Soemarno mengatakan, kenaikan harga ini untuk menciptakan keadilan antara penguna elpiji saat ini, yang rata-rata konsumennya menengah ke atas dengan pemakai minyak tanah bersubsidi."Tidak adil kalau harga elpiji untuk tabung 12 kg yang kini dipakai masyarakat kelas menengah dan atas sama dengan tabung 3 kg yang diperuntukkan buat masyarakat kecil," katanya.Ari mengatakan, saat ini harga jual elpiji tabung 12 kg masih disubsidi oleh Pertamina. Makanya kenaikan harga elpiji tabung 12 kg yang kini Rp 4.250 per kg akan dinaikan mendekati harga keekonomian sekitar Rp 6.400 per kg.Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menambahkan, saat ini, Pertamina harus menyubsidi pemakai tabung 12 kg sekitar Rp 2.000 per kg.Menurut dia, saat ini, penjualan elpiji Pertamina mencapai 1,1 juta ton per tahun dengan komposisi 82-83 persen konsumen 12 kg, 2-3 persen tabung 50 kg, dan 14-15 persen pemakai industri."Saat ini, harga elpiji industri mencapai Rp 5.280 per kg, sedang tabung elpiji 12 kg dan 50 kg masih Rp 4.250 per kg," katanya. (mar/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads