Temasek, Indosat & Telkomsel Dilaporkan ke KPPU
Jumat, 17 Nov 2006 15:58 WIB
Jakarta - Perusahaan telekomunikasi terkemuka Temasek Holdings, PT Indosat Tbk dan PT Telkomsel menghadapi tuduhan melakukan persekongkolan tender pengadaan jaringan, yang dilaporkan oleh Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).Ketiganya diduga melakukan persekongkolan tender 200 jaringan telekomunikasi milik Indosat dan Telkomsel di Jawa dan Bali.Sebelumnya pada 18 Oktober 2006, FSP BUMN Bersatu melaporkan Telkomsel dan Indosat karena keduanya diduga melakukan persekongkolan dalam penetapan tarif pulsa. Indosat memiliki struktur pola tarif yang sama dengan kompetitornya Telkomsel.FSP BUMN Bersatu menilai ketiga perusahaan itu telah melakukan pelanggaran UU No 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.Pengajuan ini merupakan laporan tambahan dari tindak lanjut laporan dugaan pesekongkolan masalah tarif oleh Indosat dan Telkomsel pada 18 Oktober 2006.Demikian penjelasan Ketua FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono, ketika memberikan laporan tambahan ke KPPU, di Jalan Juanda, Jakarta, Jumat (17/11/2006).Menurut Arief, karena persekongkolan tiga perusahaan tersebut, tender jaringan Indosat dan Telkomsel di Bali selalu dimenangkan oleh Ericsson dan Nokia. "Kami menemukan adanya indikasi kuat bahwa campur tangan dari Temasek Holding, sehingga Nokia dan Ericsson memenangkan hampir semua proyek yang ditenderkan di wilayah Jawa Bali," kata Arief.Menurut Arief, Nokia dan Ericsson di Singapura memiliki hubungan erat dengan Temasek dan STT, sehingga bisa mengerjakan dengan biaya murah.Diduga Nokia dan Ericsson selalu dimenangkan dalam tender jaringan Indosat dan Telkomsel di Indonesia sebagai bentuk kompensasi dari Temasek.Temasek melalui anak usahanya Indonesian Communication Limited (ICL) memiliki 41 persen saham PT Indosat Tbk. Selain itu juga menguasai 35 persen saham Telkomsel melalui Singapore Telecom Mobile Pte Ltd.Arief menjelaskan, fakta juga menunjukkan Temasek Holding telah menetapkan personelnya pada posisi kunci baik di Indosat maupun Telkomsel. Sehingga operasional Telkomsel dan Indosat seringkali diputuskan pihak yang sama.
(ir/asy)











































