Deptan Belum Berniat Naikkan HET Pupuk Januari 2007
Senin, 20 Nov 2006 17:49 WIB
Jakarta -
Departemen pertanian (Deptan) belum berniat untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk pada awal tahun 2007. Formula kenaikan belum diputuskan karena masih dalam tahap simulasi. Selain itu, mekanisme penyaluran subsidi pupuk bagi petani belum ditentukan."Semuanya masih akan dibahas baik lintas departemen maupun dengan DPR. Yang jelas, kenaikan HET ialah salah satu upaya memaksimalkan alokasi subsidi Pupuk 2007 yang nilainya sebesar Rp 5,7 triliun," ujar Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimoeso Sutarto di kantornya, Jakarta, Senin (20/11/2006). Deptan sebelumnya dikabarkan akan menaikkan HET Pupuk sebesar 19,96 persen. Kenaikan HET merupakan salah satu dari 3 simulasi penyaliran subsidi Pupuk tahun 2007. Menurut Sutarto, Deptan menyiapkan 3 simulasi penyaluran subsidi pupuk tahun 2007. Mekanisme pertama yaitu HET Pupuk tidak berubah yaitu untuk Urea sebesar Rp 1.200/kg; SP 36 sebesar Rp 1.550/kg; ZA sebesar Rp 1.630/kg serta NPK sebesar Rp 1.750/kg. Sementara nilai subsidi dianggarkan tetap pada nilai awal Rp 5,7 triliun. Tetapi dikatakan Sutarto, cara ini membawa dampak negatif seperti kelangkaan Pupuk dan tidak tercapainya produktivitas pertanian nasional. Untuk simulasi kedua, Sutarto menyebut akan ada penambahan subsidi hingga sebesar Rp 7,2 triliun, sementara HET Pupuk tetap. Namun akibat negatif yang timbul antara lain membengkaknya anggaran subsidi serta kekhawatiran tidak masuknya dana tambahan tersebut pada APBN- perubahan. Simulasi ketiga, HET Pupuk dinaikkan masing-masing 19,96% tanpa menambah angka subsidi. "Namun cara ini pun masih ancer-ancer, dan angka yang disampaikan pak Mentan belum final, pak mentan juga menyatakan angka itu masih ancer-ancer," ujarnya. "Selain itu pembahasan mekanisme penyaluran apakah lewat subsidi bantuan langsung tunai masih dibahas, kemungkinan lewat BLT baru bisa diterapkan pada April 2007 karena masih harus melewati serangkaian percobaan apakah nantinya cara ini bisa efektif," tambahnya. Hingga saat ini, Deptan masih membahas simulasi yang akan diterapkan bersama kelompok kerja (POKJA) pupuk pemerintah maupun dengan DPR. "Tapi yang jelas targetnya pembahasan simulasi ini harus selesai sebelum akhir tahun," katanya.Berdasarkan data Deptan, rencana kebutuhan pupuk bagi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan secara total pada tahun 2007 untuk urea mencapai 5.4 juta ton, Sp-36 mencapai 2,3 juta ton, ZA mencapai 892 ribu ton, dan NPK mencapai 1,2 juta ton. Dengan prognosa produksi padi naik 2,84 persen yakni dari target produksi padi 2006 sebesar 54,86 juta ton menjadi 56.42 juta ton pada tahun 2007.
(arn/qom)










































