Bank Mandiri Teruskan Divestasi Kiani

Bank Mandiri Teruskan Divestasi Kiani

- detikFinance
Selasa, 21 Nov 2006 15:16 WIB
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk akan meneruskan divestasi saham PT Kiani Kertas, karena pemegang saham lama tidak mampu menyelesaikan kewajibannya setelah diberi tenggat waktu satu bulan.Pemegang saham lama hanya mampu membayar separuh kewajibannya ke Bank Mandiri, sehingga bank plat merah tersebut kembali mengambil alih proses divestasi Kiani."Bank Mandiri pada bulan lalu telah menerima surat pernyataan dari pemegang saham bahwa dalam waktu satu bulan akan menyelesaikan kewajibannya yang jatuh tempo, dan akan menyerahkan ke bank proses divestasi untuk menyelesaikan kewajiban apabila dalam satu bulan itu tidak dapat memenuhi kewajiban," kata Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardojo.Hal itu disampaikan Agus, usai acara co-branding Bank DKI dan Bank Mandiri di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/11/2006)."Satu bulan setelah itu dapat dibayar sebagian kewajibannya, sehingga sekarang ini kita dalam proses bicara dengan pemegang saham untuk merealisir proses divestasi, di mana Bank Mandiri yang akan mengambil inisiatif yang akan melakukan proses utamanya," lanjut Agus.Agus menolak menyebut jumlah kewajiban yang hanya dibayar separuh oleh pemegang saham Kiani."Saya tidak sebutkan jumlahnya, cuma Kiani Kertas tidak berhasil menyelesaikan kewajiban secara menyeluruh, dengan sendirinya maka Bank Mandiri akan terus melakukan proses divestasi seperti perjanjian itu," tegas Agus.Mengenai tenggat waktu divetasi Kiani, Agus berharap, mandat yang diterima dari pemegang saham lama bisa diterima dalam waktu dekat."Bulan-bulan ini mandatnya sudah bisa diterima oleh bank dan prosesnya akan dilanjutkan dalam waktu sampai pertengahan 2007," tutur Agus.Pemegang saham lama Kiani Kertas adalah Fayola yang dimiliki Prabowo Subianto. Utang Kiani ke Bank Mandiri mencapai US$ 201 juta.Pabrik bubur kertas Kiani yang berskala internasional berlokasi di Mangkajang, Berau, Kalimantan Timur memiliki kapasitas terpasang 525 ribu ton per tahun.Divestasi Kiani yang dilakukan Bank Mandiri telah beberapa kali gagal, kebanyakan karena alasan tidak mencapai kesepakatan harga. Terakhir divestasi Kiani yang diminati Grup Sampoerna juga tidak mencapai titik temu.Sementara hingga saat ini perusahaan asal Singapura United Fiber System Ltd (UFS) menyatakan tetap tertarik untuk mengakuisisi Kiani Kertas, dan siap membayar seluruh utang Kiani kepada Bank Mandiri. Pihak Bank Mandiri sendiri sebelumnya telah menolak tawaran UFS itu. (ir/sss)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads