Bappenas Serahkan Laporan Utang LN ke BPK 27 November
Selasa, 21 Nov 2006 17:42 WIB
Jakarta -
Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) akan memberikan laporan posisi utang luar negeri kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Senin, 27 November 2006, untuk segera dilakukan pemeriksaan/audit."Saya baru finalkan hasil evaluasi tentang pembiayaan luar negeri kuartal tiga mungkin Senin diserahkan ke BPK," kata Menneg PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, di Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa(21/11/2006).Dijelaskan Paskah, dokumen laporan utang luar negeri yang akan diserahkan kepada BPK itu akan memuat semua laporan pembiayaan luar negeri yang menyangkut utang yang sedang berjalan. Dan untuk pembiayaan luar negeri tersebut saat ini jumlahnya mencapai US$ 66 miliar dan untuk pembiayaan yang masih berjalan mencapai US$ 15 miliar.Sebelumnya Ketua BPK Anwar Nasution mengungkapkan rencana instansinya untuk melakukan audit terhadap utang luar negeri RI. Rencana yang sudah sejak lama dipendam itu belum dapat terlaksana karena belum adanya laporan mengenai utang luar negeri dari Bappenas."Pak Paskah bilang sudah melakukan inventarisasi dan akan segera menyampaikan kepada saya, tapi sampai sekarang tidak ada," kata Anwar, Senin (20/11/2006).BPK mengharapkan pemerintah segera menyerahkan laporan mengenai utang luar negeri sehingga pihaknya dapat melakukan pemeriksaan utang luar negeri pada tahun 2007.Menanggapi penerimaan pajak tahun 2006 yang diperkirakan akan meleset, lebih rendah dari targetnya, Paskah menegaskan bahwa hal itu tidak akan mengganggu belanja negara. "Sejak awal memang sudah diperkirakan defisit akan meningkat," katanya.
(hdi/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































