PLN 'Selamatkan' Listrik Rp 60 M
Rabu, 22 Nov 2006 11:51 WIB
Jakarta -
Saking maraknya pencurian listrik di Jakarta dan Tangerang, PLN Disjaya mengaku kesulitan untuk menghitung besarnya potensi kerugian. Namun yang pasti, selama paruh pertama tahun 2006, PLN berhasil melakukan 'penyelamatan' hingga Rp 60 miliar.'Penyelamatan' itu dilakukan PLN Disjaya melalui berbagai operasi dan penertiban di wilayah Jakarta dan Tangerang. Hal tersebut disampaikan General Manager PLN Disjaya Fahmi Mochtar saat acara Seminar Nasional Pengembangan Jaringan Ketenagalistrikan di DKI Jakarta dan Tangerang di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (22/11/2006)."Kita punya target tahun 2006 ini penyelamatan listrik sebesar Rp 120 miliar. Semester pertama tahun ini sudah bisa kita selamatkan Rp 60 miliar," jelas Fahmi. Pada tahun 2005, kata Fahmi, PLN Disjaya juga melakukan operasi penertiban terhadap pencurian listrik yang merupakan program rutin PLN Disjaya. "Tahun 2005 potensi kerugian yang bisa diselamatkan sekitar Rp 85 miliar," ujarnya.Fahmi mengatakan, angka kerugian akibat pencurian listrik tidak bisa dihitung secara pasti. "Bagaimana kita bisa hitung? Kalau tertangkap kita bisa hitung listrik yang dicuri. Itulah angka penyelamatannya," ujarnya.Untuk menghadapi aksi pencurian listrik ini, PLN Disjaya mengerahkan sekitar 200 orang di lapangan yang khusus menangani masalah pencurian listrik ini.Sedangkan untuk angka losses atau susut jaringan pada tahun 2006 sekitar 9,8 persen, atau meningkat dibanding losses tahun 2005 sebesar 9,3 persen. "Angka 9,8 persen itu juga masih sementara," ujarnya.Fahmi mengakui, untuk memerangi losses memang membutuhkan investasi. Namun investasi untuk mengurangi losses sulit diperhitungkan. "Misalnya begini, kita melakukan penanaman kabel baru untuk penyambungan baru. Dengan begitu losses berkurang. Apakah itu investasi untuk losses atau pemasangan baru," ujarnya.
(mar/qom)










































