Atasi Ketidakseimbangan
G-20 Siap Koreksi Kebijakan
Rabu, 22 Nov 2006 16:24 WIB
Jakarta - Menghadapi ketidakseimbangan global yang masih melanda, negara-negara yang tergabung dalam G-20 akan memberikan koreksi kebijakan jika diperlukan."Umpamanya Cina akan melakukan fleksibilitas exchange rate-nya, Bernanke dengan the Fed akan hati-hati menentukan suku bunga sehingga tidak menimbulkan shock," ujar Menkeu Sri Mulyani memaparkan hasil pertemuan G-20 di Melbourne, Australia.Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai raker dengan pansus RUU Perpajakan ddi Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/11/2006).Dengan adanya sinyal positif dari negara maju seperti Cina, AS, Eropa dan Jepang, Sri Mulyani berharap pada tahun 2007 tidak terjadi destruktif terhadap ekonomi sehingga memberikan suasana kondusif."Indonesia mengharapkan tidak akan ada perubahan fundamental di tahun 2007 sehingga proyeksi APBN, pertumbuhan ekonomi relatif bisa diteruskan melalui skenario yang ada," ujar Sri Mulyani.Namun seiring tumbuhnya perekonomian di negara berkembang, menengah dan miskin, permintaan terhadap energi akan meningkat, sehingga harga minyak akan terkatrol naik."Untuk itu investasi di bidang perminyakan maupun energi secara umum nampaknya jadi perhatian bagi negara untuk memberikan suasana investasi yang lebih pasti," jelasnya.
(ddn/qom)











































