Tahun 2006
RI Baru Serap 52% Utang LN
Kamis, 23 Nov 2006 10:19 WIB
Jakarta - Komitmen utang boleh besar, namun ternyata yang berhasil diserap masih saja minim. Dari total komitmen utang luar negeri ke Indonesia sebesar US$ 15 miliar, diperkirakan hanya akan terserap 52 persen pada tahun 2006."Yang on going itu kan sekitar hampir US$15 miliar, yang baru dicairkan kira-kira 52 persenan dari US$ 15 miliar tahun ini," Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (23/11/2006).Paskah juga mengatakan, pemerintah Indonesia selalu berhati-hati dalam mengajukan pinjaman agar tidak terjadi kegagalan. Ini terkait dengan komitmen Asian Development Bank (ADB) menyediakan dana hingga US$ 1 miliar per tahun untuk mendukung APBN. Dana itu sebagian besar akan disalurkan untuk pembangunan infrastruktur. Dari dana tersebut, pada tahun 2006 baru cair US$ 400 juta plus pinjaman proyek US$ 26,5 juta. "Itu dilakukan step by step berdasarkan dari kitanya. Mereka menyediakan plafon sekian US$ 1 miliar, tapi kita tetap berpegang saya melakukan review atas pengajuan dikaitkan dengan kesiapan program dan proyek," ujar Paskah.Pemerintah akan mengecek kesiapan proyek supaya jangan sampai tertunda pelaksanaannya. Mengenai pinjaman ini Paskah berharap bisa segera cair."Mudah-mudahan bisa dilakukan tahun ini juga. Tapi tetap kita lakukan ditinjau dari segala aspek antara lain, kesiapannya. Sekarang negosiasi term and conditioningnya sudah kita lakukan hanya kesiapannya saya tidak bisa menyebutkan dahulu berapanya," tuturnya.
(ddn/qom)











































