Pemadaman Listrik Masih Mengancam

Pemadaman Listrik Masih Mengancam

- detikFinance
Jumat, 24 Nov 2006 15:05 WIB
Jakarta - Pemadaman bergilir masih berpotensi terjadi pada saat beban puncak pukul 17.00-22.00 WIB pada hari ini. Hingga hari ini, PLN masih mengalami defisit pasokan listrik sebesar 660 MW."Malam ini masih berpotensi terjadi pemadaman karena defisit listrik yang sangat besar," kata Dirut PLN Eddie Widiono dalam keterangan persnya di Kantor PLN Pusat Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/11/2006).Pemadaman terjadi karena hingga hari ini, PLTU Paiton unit 8 dengan kapasitas 600 MW dan PLTU Tanjung Jati Unit 2 dengan kapasitas 600 MW belum bisa dioperasikan. Selain itu juga kondisi air di waduk-waduk PLTA belum membaik mengakibatkan berkurangnya daya listrik dan PLTU Cilegon juga tidak beroperasi maksimal karena kekurangan pasokan gas.Sementara itu, untuk PLTGU Gresik yang pasokannya terganggu akibat meledaknya pipa gas di Porong, saat ini sudah dapat dioperasikan dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar atau high speed diesel (HSD). "Tapi operasi PLTGU Gresik dengan menggunakan BBM harus memakan biaya sebesar Rp 4,7 miliar per harinya," ujarnya.Malam ini diperkirakan alokasi pemadaman di Jawa Bali rencananya terjadi di Jakarta (142 MW), Banten (111 MW), Jawa Barat (124 MW), DIY dan Jateng (104 MW), Jawa Timur (152 MW) dan Bali (23 MW).Eddie mengatakan, pada Kamis (23/11/2006) kemarin dampak pemadaman hanya sebesar 550 MW dari rencana semula sebesar 1050 MW. "Kita menyampaikan terima kasih kepada pelanggan karena telah mengurangi pemakaian listrik makanya pemadaman hanya 550 MW. Masyarakat telah menghemat sebesar 500 MW," ujar Eddie.Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan, Sunggu Aritonang mengatakan, dalam 3 bulan terakhir ini PLN mengalami kenaikan beban puncak yang sangat besar. "Kenaikannya sekitar 500 MW," kata Sunggu.Kenaikan beban puncak disebabkan oleh meningkatnya permintaan listrik disektor bisnis dan industri. "Pelanggan rumah tangga juga memakai listriklebih besar selama 3 bulan terakhir ini," ujarnya. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads