Riau Defisit Listrik 20 MW
Jumat, 24 Nov 2006 17:12 WIB
Pekanbaru - Sebanyak 10 unit pembangkit listrik di Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini mengalami gangguan. Akibatnya, PLN wilayah Riau mengalami defisit listrik 20 MW."Akibat adanya gangguan ini kawasan yang terhubung jaringan listrik interkoneksitas dari Lampung, Sumsel, Bengkulu, Jambi, Riau dan SumateraBarat terjadi kekurangan pasokan daya. Untuk Riau sendiri kita perkirakan mengalami defisit 20 MW," kata Manejer Teknik PLN Wilayah Riau, M Tagor Sijabat saat dihubungi detikcom, Jumat (24/11/2006) di Pekanbaru.Tagor menjelaskan, 10 pembangkit yang mengalami gangguan terdiri dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Kesepuluh unit pembangkit ini sebagian besar ada di Sumsel sedangkan dua unit berada di Lampung dan Bengkulu."Pembangkit-pembangkit ini sejak beberapa bulan yang lalu mengalami gangguan dan sampai saat ini belum tuntas perbaikannya. Kondisi inilah yang menyebabkan jaringan interkoneksi PLN Riau mengalimi defisit 20 MW," ujar Tagor.Kondisi kekuranagn daya dari jaringan interkoneksitas ini, lanjut Tagor, diperparah lagi kondisi tenaga listrik air yakni PLTA Kota Panjang di Kampar Riau, tidak dapat bekerja maksimal. Hal itu dimungkinkan, karena debit air untuk kebutuhan normal pembangkit masih minim."Kekurangan daya listrik ini, membuat pihak PLN Wilayah Riau masih melakukan pemutusan arus listrik secara bergiliran yang sudah memasuki waktu lebih dari setahun. Ini belum lagi kondisi jaringan listrik yang berada di pulau-pulau yang terisolasi," kata Tagor.
(mar/mar)











































