Harga Minyak Lampaui US$ 60

Harga Minyak Lampaui US$ 60

- detikFinance
Rabu, 29 Nov 2006 12:52 WIB
Jakarta - Harga minyak yang sebelumnya konstan di bawah US$ 60 per barel, kini kembali naik hingga mencapai di atas US$ 60 per barel.Kenaikan harga minyak ini terjadi di pasar Asia, Rabu (29/11/2006). Para dealer memperkirakan, kenaikan harga minyak dipicu oleh mulai menurunnya suhu udara akibat musim dingin di AS serta kelanjutan dari melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang lainnya.Kenaikan harga minyak juga dipicu oleh komentar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang menyatakan, dalam pertemuan anggota OPEC mendatang akan membahas rencana pengurangan produksi minyak.Di pasar New York harga minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan Januari mengalami kenaikan 13 sen sehingga menjadi US$ 61,12 per barel dari harga sebelumnya yang sebesar US$ 60,99. Kenaikan ini adalah yang tertinggi selama 3 pekan ini di Amerika Serikat.Sedangkan di harga minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak pengiriman Januari saat ini harganya mencapai US$ 61,37 per barel dari harga sebelumnya yang sebesar US$ 61, 21 per barel."Kita tengah memasuki musim dingin yang akan meningkatkan permintaan (minyak pemanas-red)," kata Tobin Gorey, seorang analis dari Commonwealth Bank of Australia di Sydney, seperti dikutip AFP, Rabu (29/11/2006). Kalangan broker minyak juga tengah menunggu rencana Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang akan memotong produksi minyaknya dalam pertemuan mendatang. Rencana OPEC yang akan bertemu di Nigeria pada 4 Desember 2006 nanti inilah yang membuat harga minyak menjadi naik karena adanya faktor psikologis. Pada pertemuan sebelumnya Oktober lalu, OPEC sepakat memotong produksinya sebesar 1,2 juta barel per hari. Pemotongan produksi itu berlaku sejak 1 November lalu. (mar/nrl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads