Harga Elpiji Naik
Kalla Diprotes Menneg Perempuan
Rabu, 29 Nov 2006 14:25 WIB
Jakarta - Rencana kenaikan harga liquified petroleum gas (LPG/elpiji) tentu saja memberatkan kaum ibu. Menneg Pemberdayaan Perempuan (PP) Meutia Hatta tampaknya paham betul keberatan kaum ibu ini. Makanya dia langsung protes atas rencana kenaikan harga elpiji.Protes disampaikan langsung kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/11/2006).Meutia sangat keberatan dengan kenaikan harga elpiji yang rencananya akan dinaikkan mulai tahun depan. Kata dia, rencana tersebut bertentangan dengan program konversi minyak tanah ke elpiji yang telah disosialisasikan departemennya."Sosialisasinya adalah elpiji lebih murah dari minyak tanah. Nah kalau harganya jadi naik bagaimana? Tidak ada gunanya sosialisasi kami," cetus Meutia.Atas protesnya itu, kata Meutia, Kalla berjanji untuk mencarikan jalan keluarnya.Hal lain yang ditekankan Meutia kepada Kalla adalah jaminan kelancaran pasokan elpijinya nanti. "Jangan sampai setelah makin banyak warga mengalihkan penggunaan minyak tanah mereka, pasokan elpiji di dalam negeri tidak mampu memenuhi lonjakan permintaan tersebut," ujarnya."Ini sangat terkait dengan pasokan atau rutinitasnya. Tapi itu kan bukan kewenangan kami. Jadi diharapkan ada kerjasama bersama," tuturnya.Pertamina memang berencana untuk menaikkan harga untuk rumah tangga ukuran 12 kilogram. Kenaikan harga elpiji itu untuk membedakan harga elpiji yang disubsidi dengan yang tidak disubsidi.Dirut Pertamina Ari H Soemarno mengatakan, kenaikan harga elpiji ini untuk menciptakan keadilan antara penguna elpiji saat ini -- yang rata-rata konsumennya menengah ke atas -- dengan pemakai minyak tanah bersubsidi."Tidak adil kalau harga elpiji untuk tabung 12 kilogram yang kini dipakai masyarakat kelas menengah dan atas sama dengan tabung 3 kilogram yang diperuntukkan buat masyarakat kecil," katanya.Ari mengatakan, saat ini harga jual elpiji tabung 12 kilogram masih disubsidi oleh Pertamina. Makanya kenaikan harga elpiji tabung 12 kilogram yang kini Rp 4.250 per kilogram akan dinaikkan mendekati harga keekonomian sekitar Rp 6.400 per kilogram.Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menambahkan, saat ini, Pertamina harus mensubsidi pemakai tabung 12 kilogram sekitar Rp 2.000 per kilogram.Menurut dia, saat ini, penjualan elpiji Pertamina mencapai 1,1 juta ton per tahun dengan komposisi 82-83 persen konsumen 12 kilogram, 2-3 persen tabung 50 kilogram, dan 14-15 persen pemakai industri."Saat ini, harga elpiji industri mencapai Rp 5.280 per kilogram, sedang tabung elpiji 12 kilogram dan 50 kilogram masih Rp 4.250 per kilogram," katanya.
(mar/sss)











































