Krisis Gas dan Listrik Perusahaan di Medan Rugi Rp 27 Miliar

Krisis Gas dan Listrik Perusahaan di Medan Rugi Rp 27 Miliar

- detikFinance
Rabu, 29 Nov 2006 19:14 WIB
Medan - Sejumlah perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) di Medan mengaku menderita rugi Rp 27 miliar lebih akibat pasokan gas, dan listrik yang diterima perusahan mengalami krisis sejak setahun terakhir. Pada tahapan lebih lanjut, kemungkinan sejumlah perusahaan akan tutup karena masalah ini. "Krisis gas dan listrik itu menyebabkan 30 perusahan merugi, dan berujung kepada keharusan untuk merampingkan jumlah karyawan. Karenanya, pemerintah harus mengambil sikap soal krisis gas dan listrik ini," kata Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (29/11/2006). Disebutkan Parlindungan Purba, yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Sumut, sejauh ini sudah ada tiga perusahaan yang tutup dan menyebabkan sekitar 3.000 orang kehilangan pekerjaan. Sebab itu dia meminta agar PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Distrik Medan untuk memulihkan pasokan gas, sementara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta untuk segera mengoptimalkan pelayanan. Sementara Jaman S Purba dari PT Indorubber Industri, menyatakan, krisis gas di pabriknya menyebabkan mereka hanya mampu mengoperasikan satu dari lima mesin yang ada. Tak pelak, sejumlah karyawan pun harus dirumahkan, karena pabrik menderita kerugian. "Tekanan gas yang diterima pihak pabrik saat ini hanya 0,6 MMBTU (million metric British Thermal Units/juta kaki kubik). Sementara, sebelum krisis sekitar 1,1 MMBTU," kata dia. Pernyataan senda didampaikan, Datumira Simanjuntak dari PT Glovindo. Krisis gas yang terus menurun mendorong perusahaan hanya memakai lima saluran gas dari 17 saluran yang ada. Akibatnya produksi menurun, dan pengurangan karyawan tak bisa dihindarkan. Sementara listrik yang tidak menyala, menambah beban permasalahan. "Dari 3.000 karyawan PT Glovindo, saat ini hanya sekitar 700-an saja yang aktif bekerja," kata Datumira. (mar/mar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads