Pertumbuhan Sumut Capai 6,5 Persen
Kamis, 30 Nov 2006 21:33 WIB
Medan - Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) secara makro berhasil tumbuh 6,50 persen pada triwulan ketiga tahun 2006. Pencapaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,52 persen pada triwulan yang sama.Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Sumut Eddy Syofian menyatakan, pencapaian ini didukung stabilitas moneter yang semakin baik yang terlihat dari kecenderungan menguat dan stabilnya nilai tukar rupiah secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir pada kisaran Rp 9.000 per dolar Amerika Serikat (AS)."Indikator lainnya yang juga diperhitungkan, karena meredanya tekanan inflasi di Sumut sebesar 0,95 persen sehingga secara kumulatif sampai Oktober 2006 inflasi hanya mencapai 3,25 persen. Nilai inflasi ini lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 0,86 persen di bulan yang sama dan secara kumulatif telah mencapai 4,96 persen," kata Eddy Syofian kepada wartawan, Kamis (30/11/2006), di kantornya Jalan HM Said, Medan.Selain itu, kata Eddy, meningkatnya realisasi belanja pemerintah baik APBN maupun APBD juga merupakan faktor yang mendorong membaiknya kinerja perekonomian Sumut pada triwulan III tahun 2006 ini. Di samping itu menurutnya BI-rate diduga turut menjadi pendukung meningkatnya pergerakan sektor riil. Hal lain yang turut mendorong meningkatnya kinerja perekonomian Sumatera Utara adalah neraca perdagangan luar negeri yakni sampai dengan bulan Juni 2006 telah mencapai US$ 1,91 miliar.Jika dibandingkan dengan triwulan II tahun 2006, kinerja perekonomian Sumatera Utara pada triwulan III tahun 2006 menunjukkan pergerakan yang sama yaitu kembali meningkat dengan pencapaian 3,01 persen. Sektor-sektor yang mengalami peningkatan kinerja adalah sektor pertanian (4,86 persen), sektor industri (2,51 persen), sektor bangunan (2,82 persen), sektor perdagangan, hotel dan restoran (3,53 persen), dan sektor pengangkutan dan komunikasi (3,91 persen).Perekonomian Sumut secara kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2006 secara makro berhasil tumbuh sebesar 5,02 persen jika dibandingkan dengan keadaan yang sama tahun 2005 (year on year). "Membaiknya kinerja perekonomian Sumatera Utara ini menguatkan harapan akan pencapaian target pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2006 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Transisi 2006-2009 Provinsi Sumatera Utara sebesar6,49 persen atau akan lebih tinggi dari pencapaian pertumbuhan ekonomi di tahun2005 sebesar 5,48 persen," kata Eddy.Meski pencapaian kinerja perekonomian Sumatera Utara hingga triwulan III tahun2006 cukup membaik namun masih dibayangi dengan kondisi ketenagakerjaan, gizibalita dan tingkat kemiskinan penduduk yang belum menggembirakan. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional bulan Februari 2006 tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sumut sebesar 14,82 persen dan balita dengan gizi buruk pada tahun 2005 sebesar 10,45 persen dari jumlah balita yang ada. "Sementara itu diperkirakan persentase penduduk miskin di tahun 2006 mencapai sebesar 15,66 persen, ujar Eddy Syofian.
(rul/mar)











































