Musim Dingin, Harga Minyak Merayap Naik
Jumat, 01 Des 2006 11:03 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia kembali menunjukkan tren naik memasuki musim dingin ini. Harga minyak kini mencapai level US$ 63 per barel yang merupakan harga tertinggi dalam 2 bulan terakhir. Perdagangan minyak berjangka di New York Mercantile Exchange (Nymex) jenis light sweet untuk antaran Januari naik 67 sen menjadi US$ 63,13 per barel, tertinggi sejak 29 September.Sedangkan di pasar London's ICE Exchange, harga minyak jenis Brent North Sea untuk kontrak bulan Januari naik US$ 1,19 menjadi US$ 64,26 per barel, tertinggi sejak 19 September.Merambatnya harga minyak ini karena kebutuhan negara-negara empat musim pada musim dingin melonjak tajam."Fokus ke depan adalah bagaimana mengamankan stok energi. Akibatnya harga minyak minggu ini mengalami bullish (kenaikan)," kata analis dari Fimat, Mike Fitzpatrick, seperti dikutip AFP, Jumat (1/12/2006).Sementara Departemen AS mengatakan, pasokan minyak mentah AS turun 300 ribu barel menjadi 340,8 juta pada posisi 24 November lalu, yang merupakan penurunan pasokan pertama sepanjang bulan ini. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) pada bulan lalu menyetujui pemotongan produksi minyak 1,2 juta barel per hari yang berdampak pada turunnya harga minyak dunia yang sempat di level US$ 78 per barel pada Juli lalu.Namun kini OPEC dihadapkan dengan tingginya harga minyak dunia namun sulit untuk melakukan pemotongan produksi karena tingginya kebutuhan tersebut.
(ir/nrl)











































