Kelangkaan Minyak Tanah Tak Terkait Program Konversi Elpiji

Kelangkaan Minyak Tanah Tak Terkait Program Konversi Elpiji

- detikFinance
Jumat, 01 Des 2006 15:00 WIB
Jakarta - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia sama sekali tidak terkait dengan program konversi minyak tanah ke liquified petroleum gas (LPG/Elpiji). "Kelangkaan tidak ada kaitannya dengan konversi minyak tanah ke elpiji. Program konversi baru akan dimulai tahun depan jadi belum ada kaitannya," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal dalam keterangan persnya di Kantor Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Jalan Kapten Tandean, Jakarta, Jumat (1/12/2006).Program konversi minyak tanah ke elpiji nantinya akan menarik pasokan minyak tanah bersubsidi dari masyarakat yang jumlah disesuaikan dengan jumlah elpiji yang didistribusikan ke masyarakat. "Tapi kita belum menarik pasokan minyak tanah karena program konversi ini belum mulai," terangnya.Pertamina , kata, Faisal tidak akan menarik minyak tanah dari masyarakat jika elpiji belum disuplai ke masyarakat. "Masyarakat kan tetap butuh energi, jadi tidak ada kaitannya," tuturnya.Faisal mengakui untuk mengawasi minyak tanah memang sulit dilakukan. "Ini barang bisa dioplos kiri dan kanan dengan solar maupun premium. Bisa juga dijual ke industri, jadi peluang seperti ini yang digunakan oknum tidak bertanggung jawab," ujarnya. "Ada lagi pembelian yang tidak dibatasi atau terbuka. Mau beli seliter atau sedrum tidak dibatasi karena tidak ada kartu kendali," ucapnya.Makanya, kata Faisal, diperlukan kartu kendali untuk membeli minyak tanah. Karena jika ada kartu kendali maka permintan dan pasokan minyak tanah bisa diawasi dan dikendalikan."Memang butuh waktu untuk bikin itu. Karenanya harus melibatkan Pemda," katanya. (mar/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads