Pertamina Hentikan Operasi Pasar Minyak Tanah
Jumat, 01 Des 2006 15:32 WIB
Jakarta -
Pertamina tidak akan melakukan operasi pasar lagi untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Pertamina hanya akan menambah kuota minyak tanah yang telah disetujui oleh pemerintah. "Pertamina tidak akan lakukan operasi pasar. Sampai dengan akhir Desember Pertamina komit untuk laksanakan distribusi seiring dengan penambahan suplai dan dinaikkannya volume penjualan," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Achmad Faisal, dalam keterangan persnya di Kantor Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Jalan Kapten Tandean, Jakarta, Jumat (1/12/2006).Faisal juga mengatakan, saat ini stok minyak tanah sangat cukup dan aman. "Stok kerosin 30 hari. Stok aman dan masyarakat jangan panic buying. Kita menjamin suplai diusahakan semaksimal mungkin normal dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.Faisal mengatakan, berdasarakan pemantauan, yang sempat terjadi kelangkaan minyak tanah hanya di wilayah UPms 3 saja yakni meliputi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Selain itu terjadi juga di wilayah UPms I.Pertamina, kata Faisal, tidak perlu menambah impor untuk minyak tanah terkait kelangkaan yang terjadi. "Kalaupun nanti volume naik, stok akan tetap mencapai 20-22 hari makanya kita tidak usah impor," cetusnya.
(mar/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































