Kebijakan Gas Diputuskan 2007
Jumat, 01 Des 2006 16:37 WIB
Jakarta - Keputusan pemerintah apakah produksi gas dalam negeri untuk diekspor atau memenuhi kebutuhan domestik baru akan dilakukan tahun depan. Keputusan itu akan diambil setelah pemerintah mengetahui balances-nya. Demikian dikatakan Wapres M Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (1/12/2006).Wapres menyatakan, pemerintah sudah menyatakan sikapnya soal gas seperti yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Jepang. "Presiden di Jepang sudah menyatakan menghormati kontrak pasokan gas. Tapi juga menyatakan tidak ingin melanjutkan kembali," ujarnya.Kalla mengatakan, pemerintah akan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri. "Jangan lupa program gas itu 30 tahun yang lalu. Selang 30 tahun lalu produksi gas kita turun, di lain pihak belakangan kebutuhan gas kita naik," katanya. Makanya, kata Kalla, saat ini yang harus dilakukan adalah mengefisienkan penggunaan gas dalam negeri dan melakukan eksplorasi sumber-sumber baru. "Kalau Cepu, Natuna dan Selat Malaka berhasil, tentu produksi gas itu naik. Walau kebutuhan kita naik, tapi masih ada sisa. Sisa itulah yang kita ekspor," ujarnya. "Jadi tetap saja kita akan mengekspor, cuma jumlahnya tidak bisa ditentukan sekarang. Karena kebutuhan masih berkembang, padahal kontrak itu sebagian besar 4-5 tahun lagi berakhir. Karena itu butuh komitmen awal yang tentu akan kita pelajari lagi," urainya.
(mar/nrl)










































