Penggunaan BBN Minyak Sawit Bisa Hemat Subsidi Rp 2,5 Triliun
Jumat, 01 Des 2006 17:09 WIB
Jakarta -
Setelah mengenalkan biosolar dari buah Jarak, kini diperkenalkan bahan bakar nabati (BBN) dari minyak sawit. Pengunaan BBN pure palm oil ini akan dapat menghemat subsidi sebesar Rp 2,5 triliun."Dari hasil kajian BPPT, dengan pencampuran 10% pure palm oil (PPO) terhadap solar, jumlah subsidi solar dapat dikurangi hingga Rp 2,56 triliun. Bila pencampuran 10% PPO terhadap minyak tanah jumlah subsidi dihemat mencapai angka Rp 1,66 triliun. Tidak hanya itu penggunaan PPO mampu mengurangi 25% volume impor solar Indonesia dari negara lain," kata Ketua Timnas BBN Alhilal Hamdi saat konferensi pers di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (1/12/2006). Rencananya untuk sosialisasi akan digelar roadshow dan festival kendaraan diesel berbahan bakar kelapa sawit dengan rute Banda Aceh menuju Jakarta melalui Pekanbaru, Padang, Jambi, Palembang dan Lampung. Road show akan digelar mulai tanggal 12-21 Desember 2006. Acara diprakarsai BPPT dan PLN yang didukung Tim Nasional BBN, PT Toyota Astra Motor, PT Genting Biofuels, PT Wilmar Bioenergi Indonesia dan PT Smart Tbk. Road show akan menggunakan 6 mobil uji coba yaitu 3 mobil Toyota Dyna yang menggunakan solar 100%, solar 90% dan minyak sawit 10%, dan solar 50% dan 50% minyak sawit.Selain itu akan menggunakan juga 3 mobil Toyota Innova yang menggunakan solar 100%, solar 95% dan minyak sawit 5%, dan solar 70% dan minyak sawit 30%. Alhilal menjelaskan perbedaan biodiesel dengan PPO adalah biodiesel modifikasi minyak nabati secara kimia menjadi bentuk ester yang bisa digunakan ke mesin diesel tanpa modifikasi mesin. Sedangkan PPO menggunakan minyak nabati secara langsung tanpa modifikasi kimia. Namun penggunaannya memerlukan ekstra tanki bahan bakar dengan converter, serta filter tambahan untuk menjaga minyak nabati tetap panas agar kekentalannya setara dengan solar.
(arn/mar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































