Presiden SBY 'Jualan' di Rusia

Presiden SBY 'Jualan' di Rusia

- detikFinance
Sabtu, 02 Des 2006 06:34 WIB
Moskow - Dalam kesempatan kunjungan kenegaraannya ke Moskow, Rusia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menawarkan berbagai prospek investasi di Indonesia. SBY 'menjajakan' berbagai investasi yang menarik kepada para investor Rusia.. "Rusia harus melihat indonesia sebagai pasar dagang yang sangat potensial, dan lokasi potensial untuk investasi. Penduduk Indonesia saat ini sebanyak 220 juta dan jumlah kelas menengah yang mencapai 80 juta. Jika kalian bisa manfaatkan potensi ini kalian akan mendapat keuntungan besar," kata presiden SBY.Ia menyampaikan hal itu saat berbicara pada forum pertemuan Kadin Indonesia dan Kadin Rusia di Gedung World Trade Centre Moskow Rusia, Jumat (1/12/2006), seperti dilaporkan reporter detikcom Nurul Qomariyah yang mengikuti perjalanan SBY.SBY juga memaparkan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia telah meningkat tiga kali dari US$ 210 juta menjadi US$ 681 juta dalam tiga tahun ini. Indonesia hanya berada di posisi ke tujuh dalam mitra dagang rusia di 2005. Namun, nilai itu masih rendah dibandingkan dengan potensi yang bisa dikembangkan antar kedua negara karena banyak komoditi kedua negara yang masih besar untuk diperdagangkan. "Kami sudah mengupayakan untuk kerjasama yang saling menguntungkan. Untuk produk agribisnis kami ekspor minyak sawit, teh, kopi, tembakau, kakao dan produk ikan. Kami percaya itu akan meningkat," katanya. Di bidang industri, Indonesia telah mengekspor berbagai produk elektronik, sepatu olahraga, pakaian, kayu dan mebel, karet dan produk karet. Sementara Indonesia mengimpor besi baja, pupuk, bahan kimia dan produk metal dari Rusia."Untuk waktu dekat kami mengundang kerjasama bisnis untuk meningkatkan impor dan ekspor antar kedua negara dengan dasar kerjasama yang saling menguntungkan,"katanya. Dalam kesempatan itu, presiden juga menjelaskan adanya hambatan perdagangan antara kedua negara seperti di bidang perbankan, transportasi, standar produksi,informasi dan promosi. "Tetapi ini bukan masalah yang tidak terselesaikan dan kita bisa menyelesaikannya. Saya optimistis dengan penandatanganan MOU yang akan dilakukan Kadin Indonesia dan Kadin Rusia hubungan bisnis akan menjadi lebih baik," katanya. Presiden juga meminta agar kamar dagang dan industri kedua negara mengintensifkan penukaran informasi dan kunjungan serta melakukan kerja sama dengan masing-masing pemerintah. "Kami menunjukkan bahwa kami siap untuk memfasilitasinya. Jadi sahabatku, lihatlah ke timur dan lihatlah Indonesia," ujar SBY. (qom/fjr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads