Truk BBM Akan Dipasang GPS

Truk BBM Akan Dipasang GPS

- detikFinance
Sabtu, 02 Des 2006 15:44 WIB
Jakarta - Kelangkaan minyak tanah salah satunya terjadi karena ulah sopir mobil tanki yang nakal. Rencananya mobil truk tanki BBM yang mengangkut minyak tanah akan dipasangi global positioning system (GPS).Salah tertuduh penyebab kelangkaan minyak tanah, adalah armada truk tanki pengangkut milik para agen. Modusnya, menyelewengkan BBM bersubsidi untuk rumah tangga yang diangkutnya itu ke kalangan industri.Untuk membuktikan dan mengatasi masalah tersebut, mulai pertengahan tahun depan tiap unit truk tanki akan dipasang alat pelacak GPS yang memberitahukan arah pergerakan mereka. "Pemantauan dilakukan tim pemantau distribusi BBM bersubsidi yang akan dibentuk Menko Polhukam. Pengoperasiannya bekerjasama dengan Polri dan pemda setempat," ujar Sekjen Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Hanggono T Nugroho.Hal tersebut ia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan seusai menjadi nara sumber dalam acara diskusi interaktif yang diselenggarakan Radio Ramako, di Jakarta Sabtu (2/12/2006).Unit GPS yang akan dipasang di truk tanki BBM ini bukan jenis pasif yang beredar di pasaran selama ini. Melainkan jenis yang bisa memancarkan sinyal balik tentang posisi real time truk bersangkutan.Bila dari sinyal tersebut diketahui truk tidak mengarah titik pangkalan yang seharusnya, dituju, dapat dilacak dengan mudah. Baik pengemudi maupun pihak operator truk dan penerima minyak tanah illegal itu pun dapat segera dikenai sanksi hukum. Melihat spesifikasi kemampuan GPS yang dibutuhkan di atas, proyek pengadaan dan perawatannya akan memakan dana cukup tinggi. Harga per unit GPS lengkap demikian diperkirakan mencapai Rp 20 juta.Karenanya, untuk tahap awal pemasangan GPS hanya truk tanki minyak tanah yang beroperasi di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Maklum saja, sebab tiga propinsi ini mengkonsumsi 30 persen kuota minyak tanah nasional."Sesuai R-APBN, sudah dialokasikan. Kita harap Januari ini bisa keluar DIPA-nya. Makin cepat dana keluar, kita bisa kerjakan ini segera," imbuh Hanggono.Pada kesempatan sama, Toharso, kepala divisi humas Pertamina, menyerukan warga ikut aktif memantau dan melaporkan kemungkinan terjadinya penyelewengan minyaktanah."Bagi tetangganya pangkalan minyak tanah kalau melihat ada mobil bawa banyak drum-drum ikut antri, segera lapor ke polisi. Karena kalau tumah tangga antrinya pasti bawa jerigen, nggak mungkin pakai drum segitu banyak," serunya. (mar/mar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads