Korindo Ekspansi Biodiesel dan Pulp
Senin, 04 Des 2006 16:04 WIB
Jakarta - Perusahaan patungan antara Korea Selatan dan Indonesia, Korindo makin ekspansif di bisnis bubur kertas (pulp), kertas dan biodiesel pada 2007. Korindo butuh tambahan lahan 200 ribu hektare untuk bisnis biodiesel. Serta tambahan 200 ribu hektar lagi untuk industri pulp dan kertas.Demikian diungkapkan oleh Wakil Presiden Direktur Korindo, Lee Byung Ki, dalam Pertemuan Bersama Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia-Korea, di Hotel Sultan, Semanggi, Jakarta, Senin (4/12/2006).Korindo telah melakukan investasi dalam proyek biodiesel minyak sawit sejak tahun 1998, dengan lahan seluas 34 ribu hektare. Namun baru 11 ribu hektar yang ditanami dengan produksi tahunan 45 ribu ton CPO (Crude Palm Oil).Korindo juga berencana membuka perkebunan singkong untuk bioetanol dengan membutuhkan lahan seluas 40 ribu hektar.Sementara Menteri Kehutanan, MS Kaban mengakui, pihaknya sudah mendengar secara lisan permintaan Korindo tersebut."Mereka tinggal pilih di daerah yang tidak bermasalah, bisa di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Papua, dan Jambi," kata Kaban.Kaban mengingatkan, pemanfaatan lahan gambut tersebut membutuhkan teknologi tertentu. "Di Jambi saja ada satu juta lahannya, jadi cukup luas," ujarnya.Menurut dia, kerjasama dengan Korea dalam sektor kehutanan telah banyak dilakukan selama ini antara lain kegiatan penanaman hutan, aforestasi dan restorasi hutan.Selain di bidang pemuliaan benih, percepatan pemberantasan illegal logging serta perdagangan kayu ilegal.Korea juga terlibat dalam rehabilitasi lahan mangrove di Aceh seluas total 500 ribu hektar dengan nilai US$ 6-12 juta per hektar.Selain itu perluasan lahan usaha biodieselnya, Korindo juga meneken perjanjian kerjasama dengan Hyundai pada 16 Juni 2006. "Realisasinya mulai Januari 2007," kata Lee.
(arn/ir)











































