Rencana Tarif Regional PLN Tak Direstui Pemerintah
Selasa, 05 Des 2006 13:25 WIB
Jakarta - Pemerintah meminta PLN untuk menghentikan rencana penerapan tarif listrik regional di Indonesia. Tarif regional belum saatnya diterapkan secara keseluruhan karena akan membebani rakyat."Penerapan tarif regional sama saja dengan kenaikan TDL (tarif dasar listrik). Pemerintah kan telah berencana untuk tidak menaikan TDL pada tahun 2007," kata Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) J Purwono.Hal itu diungkapkan Purwono, usai acara Pertemuan Tahunan Pengelolaan Energi Nasional 2006. di Departemen ESDM Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Selasa (5/12/2006). Menurut Purwono, pemerintah dan DPR telah menyiapkan dana subsidi PLN yang cukup besar sekitar Rp 25,8 triliun untuk APBN 2007. "Subsidi itu sudah sangat cukup untuk tidak ada kenaikan TDL tahun depan," ujarnya."Rakyat kita masih susah. Kasihan kalau diterapkan tarif regional. Karena tidak semua daerah merata kesejahteraannya, bagaimana daerah yang minus," ujarnya.Purwono mengatakan, jika PLN tetap akan ngotot menerapkan tarif regional maka daerah yang terkena tarif regional harus dipisahkan dari PLN dengan menjadi perusahaan sendiri. "Batam yang sudah pakai tarif regional itu harus dipisahkan pembukuannya," ujarnya."Begitu juga dengan Jawa Bali yang akan dikenakan tarif regional. Mau gak PLN memisahkan pembukuan dan manajemennya," sergah Purwono."Bicara tarif regional sama saja dengan kenaikan tarif. Kasihan rakyat kita," cetusnya.
(mar/ir)











































