Saatnya Subsidi BBM Dicabut

Saatnya Subsidi BBM Dicabut

- detikFinance
Selasa, 05 Des 2006 16:44 WIB
Jakarta - Pemerintah sudah seharusnya melepaskan subsidi untuk BBM jenis premium. Dengan harga Rp 4.500 per liter yang sudah pas dengan keekonomiannya, pelepasan subsidi pada saat ini adalah waktu yang tepat. Pendapat itu dilontarkan pengamat ekonomi Imam Sugema dalam Pertemuan Tahunan Pengelolaan Energi Nasional 2006 di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/12/2006).Menurut Imam, jika mengikuti harga minyak dunia dan pergerakan harga BBM non subsidi, maka harga premium yang sebesar Rp 4.500 sudah menyentuh harga pasar. Dia juga mengherankan sikap pemerintah yang belum mencabut subsidi premium.Imam memrediksi pencabutan subsidi premium tidak akan menimbulkan gejolak di masyarakat seperti halnya minyak tanah. "Untuk minyak tanah saat ini jangan diutak-atik dulu, kecuali untuk program konversi. Karena harga pasarnya masih tinggi, jadi masih memerlukan subsidi," kata Imam.Ia juga menilai, pengertian subsidi harus diartikan sebagai barang publik. Dengan demikan subsidi harus dipandang sebagai kewajiban dan buka beban pemerintah.Di tempat yang sama, pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan, cara untuk mengurangi subsidi adalah dengan memperbesar produksi minyak dan BBM untuk menekan impor minyak. "Saya gemas sekali melihat produksi migas kita yang turun. Begitu juga dengan batalnya pembangunan kilang oleh Pertamina dengan alasan kurang modal," ujarnya."Padahal pembangunan kilang tak cuma untuk memproduksi BBM. Tapi ada produk ikutan yang menjadi bahan kimia dasar," cetusnya. (mar/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads