Tahun 2009
Angka Kemiskinan Tinggal Separuh
Kamis, 07 Des 2006 13:19 WIB
Jakarta - Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 8,5 persen dari total penduduk pada tahun 2009. Angka itu berarti separuh lebih dibandingkan angka kemiskinan tahun 2005 yang mencapai 17,8 persen jumlah penduduk.Untuk memangkas angka kemiskinan itu, dana yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 51 triliun pada tahun 2007 saja."Dana tersebut telah disetujui oleh kabinet, bersamaan dengan penyusunan rencana kerja pemerintah tahun 2008," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie dalam acara konferensi nasional penanggulangan kemiskinan Indonesia di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (7/12/2006).Dana tersebut tersebar di 19 departemen dan instansi untuk perencanaan dan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Program tesebut merupakan upaya pemerintah secara bertahap menyalurkan anggaran pemerintah untuk program kemiskinan.Program-program itu antara lain, bantuan langsung tunai bersyarat bidang pendidikan dan kesehatan, program pengurangan kemiskinan di wilayah perkotaan dan pedesaan, energi alternatif dan program pembangunan manusia Indonesia sebagai inti dari penanggulangan kemiskinan."Untuk tahun 2008 anggarannya belum tahu berapa. Tapi diperkirakan sedikit lebih tinggi berkisar Rp 51-60 triliun," ujarnya.Dalam program nasional pemberdayaan masyarakat, 50 ribu desa akan dientaskan dari kemiskinan dalam waktu 3 tahun. Program ini terkait dengan target pemerintah menekan angka kemiskinan menjadi separuh pada tahun 2009."Program ini akan melibatkan partisipasi masyarakat," jelas Aburizal.Jenis kegiatan akan ditentukan masyarakat, sehingga program ini bisa lebih spesifik dalam menanggulangi kemiskinan di berbagai daerah.Program ini bertujuan untuk meningkatkan dan membuka lapangan kerja baru pada masyarakat pedesaan. 50 Ribu desa tersebut terdiri dari 5.263 kecamatan dan 7.123 kelurahan."Diharapkan akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak 250 orang per desa selama 3 tahun. Sehingga pada tahun 2009 dari 50 ribu desa sudah 12,5 juta orang akan mempunyai lapangan pekerjaan," tambah Aburizal.
(qom/sss)











































