Baja 'Banci' Punya Pesaing
Kamis, 07 Des 2006 19:03 WIB
Jakarta - Kehadiran baja-baja dengan kualitas di bawah baja 'banci' alias baja dengan kualitas di bawah SNI meresahkan produsen. Mereka meminta agar SNI diterapkan untuk seluruh produsen baja.Kehadiran pesaing baja 'banci' itu membuat gerah Asosiasi pabrik billet, batang kawat, besi beton dan profil seluruh Indonesia (ABBEPSI) dan juga gabungan asosiasi perusahaan pengerjaan logam dan mesin Indonesia (GAMMA)."SNI untuk baja sudah ada sejak tahun 1976, bahkan sudah ada SNI wajib. Namun hingga kini tidak ada implementasinya, sehingga baja banci yang kita kenal lama sudah ada di Indonesia sekarang malah banyak beredar yang kualitasnya di bawha baja banci," kata Ketua Umum GAMMA A Safiun di Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (7/12/2006)Bila masalah ini tidak segera ditangani, lanjut Safiun, maka baja tersebut dapat mencelakakan penggunanya karena sangat tipis. Ia mencontohkan lembaran seng, standar minimal paling tipis tebalnya 0,2 milimeter. Sementara baja 'banci' antara 0,18-0,15 milimeter. "Namun yang ada sekarang dibawah itu. Bisa mencelakakan," tegas Safiun.Safiun menambahkan, pada tahun 2006, investasi di sektor baja cukup banyak, namun belum menjadi anggota ABBEPSI. "Produsen bajak Indonesia ada 16. Banyak diantara mereka yang juga memroduksi baja banci. Makanya mereka ribut supaya diterapkan standar karena persaingan harga di pasar dimana harganya jauh di bawah kualitas baja banci itu lebih murah," jelas Safiun.
(qom/qom)











































